FAKTAINDONESIA.NET – Ketua DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, secara tegas menyatakan dukungannya agar Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tetap berada langsung di bawah kepemimpinan Presiden.
Menurutnya, struktur kelembagaan saat ini sudah sejalan dengan sistem ketatanegaraan Indonesia dan merupakan amanat konstitusi yang krusial untuk menjaga stabilitas nasional. Darwin menilai posisi tersebut penting guna memastikan koordinasi keamanan nasional berjalan efektif tanpa menimbulkan dualisme kewenangan.
Bupati Muna Barat ini menambahkan bahwa upaya memperkuat institusi Polri seharusnya berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, transparansi, serta akuntabilitas, bukan dengan mengubah struktur yang berpotensi memicu polemik baru.
Golkar Sultra menyatakan konsistensi dalam mendukung institusi Polri yang presisi dan profesional dengan tetap berada dalam koridor kepemimpinan nasional di bawah Presiden.
Senada dengan hal tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebelumnya juga telah menegaskan penolakannya terhadap usulan Polri di bawah kementerian dalam rapat bersama Komisi III DPR RI.
Kapolri menekankan bahwa posisi saat ini sangat ideal agar Polri tetap menjadi alat negara yang fokus memberikan pelayanan kamtibmas dan penegakan hukum tanpa risiko terjadinya matahari kembar.
Secara simbolis, Listyo bahkan menyatakan lebih memilih menjadi petani ketimbang menjadi menteri kepolisian, karena menganggap pergeseran posisi tersebut justru akan melemahkan institusi Polri, negara, serta presiden.
Editor: Redaksi | Laporan: Wan





Comment