FAKTAINDONESIA.NET – Seorang nelayan lanjut usia dilaporkan hilang saat melaut di perairan Pantai Bonea, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra). Tim SAR langsung dikerahkan untuk melakukan operasi pencarian terhadap korban.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Kendari menerima laporan orang hilang dari keluarga korban pada Selasa (10/3/2026) sekitar pukul 12.13 Wita. Informasi tersebut disampaikan oleh anak korban, Ibu Salim, yang melaporkan bahwa ayahnya belum kembali dari melaut.
Kepala BASARNAS Kendari, Amiruddin A.S, mengatakan setelah menerima laporan tersebut pihaknya segera mengerahkan tim penyelamat.
“Pada pukul 12.30 Wita Tim Rescue dari Unit Siaga SAR Muna diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk melakukan pencarian dan memberikan bantuan SAR,” ujar Amiruddin dalam keterangan resminya dikutip awak media Fakta Indonesia.
Korban diketahui bernama La Toiki (73), warga Desa Lasunupa, Kecamatan Duruka, Kabupaten Muna. Saat melaut, korban menggunakan longboat seorang diri.
Berdasarkan kronologi kejadian, Sabtu (8/3/2026) sekitar pukul 14.00 Wita korban bersama sejumlah rekannya berangkat melaut untuk mencari ikan menggunakan beberapa longboat. Sekitar pukul 14.30 Wita, korban terakhir terlihat menuju perairan Bonea untuk memasang jaring.
Keesokan harinya, Minggu (9/3/2026) sekitar pukul 12.00 Wita, sembilan orang rekan korban telah kembali ke desa, namun korban belum juga pulang.
Pihak keluarga bersama masyarakat setempat sempat melakukan pencarian secara mandiri, namun hingga laporan diterima oleh tim SAR, korban belum berhasil ditemukan.
Tim SAR dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kendari kemudian diberangkatkan dari Unit Siaga SAR Muna menuju lokasi kejadian yang berjarak sekitar 7 nautical mile (NM) dari pos siaga.
Dalam operasi pencarian ini, sejumlah unsur dilibatkan, di antaranya staf operasi KPP Kendari, rescuer Unit Siaga SAR Muna, masyarakat sekitar, serta keluarga korban.
Tim SAR juga mengerahkan sejumlah peralatan pendukung, seperti rescue car, Rigid Inflatable Boat (RIB), longboat, peralatan evakuasi, peralatan medis, perangkat komunikasi, serta perlengkapan keselamatan lainnya.
Saat operasi pencarian berlangsung, kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cerah dengan kecepatan angin sekitar 24 km/jam dari arah barat daya dan tinggi gelombang mencapai 0,5 meter. (*)
Editor : Redaksi | Laporan : Sul


Comment