FAKTAINDONESIA.NET, KENDARI – Barisan Aktivis Muda Indonesia Sulawesi Tenggara (BASMI Sultra), menggelar unjuk rasa di kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara, Kamis (2/4/2026).
Dalam aksinya, massa mendesak OJK segera mengambil tindakan tegas terhadap PT Woori Finance Indonesia.
Diketahui, Woom Finance adalah perusahaan pembiayaan multiguna di Indonesia, salah satu cabangnya ada di Kota Kendari.
Perusahaan ini menyediakan layanan seperti pembiayaan kendaraan (mobil baru/bekas), alat berat, sewa guna usaha, anjak piutang, serta refinancing modal kerja.
Perusahaan tersebut diduga melakukan pelanggaran hukum, mulai penarikan kendaraan secara tidak sah, hingga dugaan penggelapan dana nasabah di Sultra.
Aksi tersebut merupakan tindak lanjut dari pernyataan sikap BASMI Sultra.
Sebelumnya, mereka menyoroti kasus seorang debitur bernama Asep Djamaluddin.
Ia diduga menjadi korban perampasan kendaraan dump truck oleh debt collector, mengatasnamakan pihak perusahaan tanpa prosedur hukum jelas.
Koordinator aksi Pikran mengatakan, selain dugaan penarikan kendaraan ilegal.
Pihaknya juga menemukan indikasi penggelapan dana setoran cicilan nasabah sebesar Rp30.546.000.
Dalam tuntutannya, massa meminta Otoritas Jasa Keuangan Sultra memperketat pengawasan terhadap perusahaan pembiayaan dan menjatuhkan sanksi tegas ke PT Woori Finance Indonesia.
Jika terbukti melanggar aturan, termasuk kemungkinan pembekuan izin operasional.
Tak hanya itu, BASMI Sultra juga mendesak Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara untuk segera menetapkan tersangka terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam dugaan penarikan kendaraan secara melawan hukum serta melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap manajemen perusahaan.
Mereka juga menuntut agar kendaraan milik nasabah yang diduga ditarik secara tidak sah segera dikembalikan.
“Aksi ini adalah bentuk komitmen kami dalam mengawal penegakan hukum dan melindungi hak-hak masyarakat sebagai konsumen,” ujar salah satu perwakilan massa aksi.
Aksi unjuk rasa berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian dan diwarnai dengan penyampaian orasi secara bergantian di depan kantor OJK Sultra.
BASMI Sultra berharap, melalui aksi ini, pihak terkait dapat segera mengambil langkah konkret agar kasus serupa tidak kembali terjadi di tengah masyarakat.(*)
Editor: Redaksi | Laporan: Sul


Comment