SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berita Sultra Pemerintah

Jelang Haji 2026, Bandara Haluoleo Kendari Pastikan Kesiapan Penuh

Kepala Bandara Haluoleo Kendar, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Denny Ariyanto

FAKTAINDONESIA.NET, KENDARI – Kepala Bandara Haluoleo, Denny Ariyanto, menegaskan kesiapan pihaknya dalam melayani pemberangkatan calon jamaah haji tahun 2026 di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Dalam keterangannya kepada awak media, Denny menyampaikan seluruh aspek pelayanan, baik fasilitas, sarana, maupun prasarana, telah dipersiapkan secara maksimal.

“Kami menyatakan siap untuk melayani pemberangkatan haji tahun 2026. Baik dari sisi fasilitas maupun operasional, semuanya telah kami siapkan,” ujarnya.

Berdasarkan data sementara, jumlah jamaah haji yang akan diberangkatkan melalui Bandara Haluoleo mencapai sekitar 1.180 orang.

Berasal dari sembilan kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara. Namun, data rinci akan diperbarui dan dibagikan secara resmi kepada media.

Kaca Polsek Kadatua Buton Selatan Sengaja Dirusak, Diduga Desakan Pelaku Penganiayaan Segera Ditangkap

Untuk proses pemberangkatan, jamaah akan dilayani maskapai Lion Air dengan tujuan embarkasi di Embarkasi Haji Makassar.

Sistem keberangkatan dilakukan bertahap sesuai kelompok terbang (kloter).

Sehingga dalam beberapa penerbangan jamaah akan bergabung dengan penumpang umum.

Denny menjelaskan, pihak bandara telah menyiapkan pengaturan operasional guna memastikan kenyamanan jamaah, termasuk pemisahan alur layanan dengan penumpang reguler.

Selain itu, Bandara Haluoleo juga memberikan perhatian khusus terhadap jamaah lansia dan penyandang disabilitas.

Oknum TNI di Kendari Terduga Pencabulan Anak Kabur saat Pemeriksaan, Denpom Terbitkan DPO

Sejumlah fasilitas telah disiapkan, seperti jalur khusus, lift, serta kursi roda akan digunakan secara bergantian sesuai kebutuhan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Balai Karantina Kesehatan untuk mendata jumlah lansia di setiap rombongan. Jadi fasilitas seperti kursi roda sudah kami siapkan dan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan,” jelasnya.

Pihak bandara juga menyiapkan ruang khusus pemeriksaan kesehatan di area terminal bagian atas untuk mendukung pelayanan jamaah, khususnya bagi lansia dan disabilitas.

Lebih lanjut, Denny mengungkapkan bahwa puncak kepadatan diperkirakan terjadi pada 12 Mei 2026.

Seiring dimulainya proses pemberangkatan jamaah haji. Ia memprediksi jumlah pengantar akan jauh lebih banyak dibandingkan jumlah jamaah.

546 Jemaah Haji Asal Kota Kendari Berangkat Mulai 12 Mei 2026, Dibagi Lima Kloter

“Kondisi pasti akan cukup padat karena biasanya pengantar lebih banyak daripada jamaah yang berangkat,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa akses pengantar akan dibatasi hanya sampai area tertentu di luar terminal demi menjaga ketertiban dan kelancaran operasional bandara.

Denny juga menjelaskan bahwa keterbatasan penyediaan kursi di area bandara bukan tanpa alasan.

Hal tersebut mengacu pada standar internasional yang mengatur kapasitas ruang, di mana setiap penumpang idealnya memiliki ruang minimal satu meter persegi.

“Kalau kursi ditambah terlalu banyak, ruang gerak justru akan semakin sempit dan mengurangi kenyamanan penumpang,” ujarnya.

Dengan luas area yang terbatas, kapasitas optimal bandara diperkirakan hanya mampu menampung sekitar 3.000 orang dalam satu waktu.

Oleh karena itu, pengaturan jumlah orang di dalam area bandara menjadi hal yang sangat penting.

Pihak bandara pun mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan berlaku.

Termasuk pembatasan jumlah pengantar, guna mendukung kelancaran dan kenyamanan proses pemberangkatan jamaah haji tahun 2026. (*)

Editor: Rdaksi | Laporan: Sul

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement