FAKTAINDONESIA.NET, KENDARI — Jurusan Ilmu Lingkungan, Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan (FHIL), Universitas Halu Oleo (UHO), bersama Komunitas Sahabat Bumi (KOSABU) dan Majelis Taklim Nurul Hidayah menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Dari Limbah Jadi Berkah: Edukasi dan Praktik Kreatif Pengolahan Limbah Organik Menjadi Sabun Berbasis Eco-Enzyme”.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu (10/10/2026) di RW 04, Kelurahan Anawai, Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Ibu-ibu Majelis Taklim Nurul Hidayah menjadi peserta utama dalam kegiatan edukasi dan praktik pengolahan limbah organik tersebut.
Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga sejak dari sumbernya, khususnya sisa buah dan sayuran yang berpotensi dimanfaatkan melalui proses pengolahan yang tepat.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan pada konsep eco-enzyme, proses fermentasi bahan organik, serta pemanfaatannya dalam praktik pembuatan sabun.
Eco-enzyme merupakan cairan hasil fermentasi bahan organik, seperti sisa buah dan sayuran, dengan air dan gula. Pengenalan metode ini menjadi bagian dari edukasi untuk mendorong masyarakat lebih bijak dalam memanfaatkan sumber daya sekaligus mengurangi sampah rumah tangga.
Sampah organik yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan bau dan menghasilkan cairan lindi yang berpotensi mencemari lingkungan. Karena itu, pemanfaatan limbah organik melalui pendekatan edukatif diharapkan dapat memperluas pemahaman masyarakat mengenai pilihan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.

Ibu-ibu peserta dari Majelis Taklim Nurul Hidayah didampingi tim PkM Jurusan Ilmu Lingkungan FHIL UHO dan KOSABU saat mempraktikkan proses penuangan adonan sabun berbasis eco-enzyme ke dalam cetakan di RW 04 Kelurahan Anawai, Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari.
Melalui pendekatan teori dan praktik langsung, peserta mendapatkan pengalaman belajar mengenai tahapan pengolahan limbah organik serta pembuatan sabun berbasis eco-enzyme. Kegiatan dirancang agar pengetahuan yang diperoleh dapat menjadi inspirasi untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Meski demikian, penggunaan eco-enzyme dalam formulasi sabun tetap perlu memperhatikan komposisi bahan, proses pembuatan, keamanan, dan mutu produk agar sesuai dengan tujuan penggunaannya.
Kolaborasi Jurusan Ilmu Lingkungan FHIL UHO, KOSABU, dan Majelis Taklim Nurul Hidayah juga memperlihatkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, komunitas lingkungan, dan kelompok masyarakat dalam memperluas edukasi lingkungan.
Perguruan tinggi berperan dalam menyebarluaskan pengetahuan dan pendekatan ilmiah, sementara komunitas dapat mendorong penerapan praktik pengelolaan lingkungan di tengah masyarakat. Keterlibatan Majelis Taklim Nurul Hidayah turut membuka ruang bagi kelompok perempuan untuk berpartisipasi dalam pengelolaan sampah rumah tangga.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam mengelola limbah organik, sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa upaya menjaga lingkungan dapat dimulai dari rumah.
Peserta juga diharapkan dapat membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada keluarga dan lingkungan sekitar sehingga praktik pengelolaan sampah dapat diterapkan secara lebih luas.
Semangat “Dari Limbah Jadi Berkah” menjadi pesan utama kegiatan tersebut. Limbah yang sebelumnya dianggap tidak berguna dapat menjadi sarana pembelajaran, kreativitas, dan inovasi apabila dikelola dengan pengetahuan serta proses yang tepat.
Melalui kolaborasi antara dunia akademik, komunitas, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu langkah dalam memperkuat edukasi lingkungan dan mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat menuju lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Editor: Redaksi


Comment