SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berita Sultra

Call Center Darurat 112 Kendari Capai 2.566 Panggilan Maret 2026: Ada 72 Persen Valid, Aduan ke Dishub Terbanyak

Call Center 112 Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), pengaduan masyarakat sepanjang Maret 2026 sangat signifikan. Laporan resmi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Kendari, total panggilan mencapai 2.566, dengan 1.854 panggilan dinyatakan valid atau setara 72 persen.

FAKTAINDONESIA.NET, KENDARI – Layanan darurat Call Center 112 Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), pengaduan masyarakat sepanjang Maret 2026 sangat signifikan.

Laporan resmi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Kendari, total panggilan mencapai 2.566, dengan 1.854 panggilan dinyatakan valid atau setara 72 persen.

Sementara 712 lainnya atau 28 persen tergolong tidak valid seperti prank call maupun ghost call.

Dari jumlah panggilan valid tersebut, operator 112 menindaklanjuti dengan pembuatan 199 tiket laporan kejadian yang kemudian didistribusikan ke instansi terkait.

Hingga akhir periode pelaporan, 120 tiket atau 60 persen telah berhasil diselesaikan, 79 tiket lainnya atau 40 persen masih dalam proses penanganan.

Kecelakaan Maut di Poros Konda-Moramo Utara: Pengendara Vixion Asal Ranomeeto Tewas di Tempat

Kepala Dinas Kominfo Kendari, Sahuriyanto Meronda, mengatakan tingginya jumlah panggilan. meningkatnya kepercayaan terhadap layanan 112, kanal pengaduan darurat.

“Layanan 112 ini menjadi garda terdepan merespons kebutuhan masyarakat. Kami terus berupaya memastikan laporan masuk ditindaklanjuti cepat dan tepat oleh instansi terkait,” katanya dikutip Fakta Indonesia dalam laman resmi pemkot, Jumat (3/4/2026).

Tapi, ia menyoroti panggilan tidak valid cukup tinggi. Hal tersebut dapat mengganggu efektivitas layanan, jika tidak dikurangi.

“Mengimbau masyarakat menggunakan layanan secara bijak. Panggilan palsu atau tidak jelas, menghambat penanganan laporan benar-benar membutuhkan respons cepat,” tegasnya.

Data menunjukkan, Dinas Perhubungan (Dishub) instansi jumlah laporan terbanyak, yakni 42 kasus.

Pelaku Curanmor di Kantor Dishub Muna Diringkus, Motor Yamaha Mio Milik Korban Berhasil Disita

Disusul PLN sebanyak 34 laporan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) 25 laporan, serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dengan 21 laporan.

Selain itu, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Polres masing-masing 13 laporan.

Sementara sejumlah instansi lain seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan Dinas PUPR turut menangani pengaduan sesuai bidangnya.

Jenis laporan yang disampaikan masyarakat cukup beragam, mulai dari gangguan listrik, lampu jalan padam, permintaan penebangan pohon, hingga pohon tumbang yang mengganggu aktivitas warga.

Selain itu, laporan juga mencakup kejadian kriminal seperti tawuran, kondisi bak sampah penuh, permintaan ambulans darurat, hingga kebakaran dan kerusakan rumah akibat angin kencang.

Bank Indonesia Sultra Gelar Halal Chef Competition 2026, Cari Talenta Kuliner Halal

Masalah lalu lintas dan kemacetan menjadi perhatian, termasuk keluhan terkait air PDAM yang tidak mengalir.

Beberapa laporan lain bahkan berkaitan dengan penyiraman lumpur dan permintaan pembangunan drainase di wilayah tertentu.

Dari sisi kinerja penanganan, sejumlah instansi menunjukkan capaian cukup baik. Damkar mencatat tingkat penyelesaian 93 persen dari total 14 laporan.

Sementara BPBD mampu menyelesaikan 92 persen dari 13 laporan yang diterima.

Kinerja maksimal juga ditunjukkan Dinkes dan Dinsos, berhasil menuntaskan seluruh laporan yang masuk atau 100 persen selesai.

PLN dan Polres juga mencatat seluruh laporan telah ditindaklanjuti tanpa tersisa.

Terdapat sejumlah instansi dengan tingkat penyelesaian yang masih rendah. Dinas Perhubungan, misalnya, baru menyelesaikan sekitar 5 persen dari total laporan diterima.

Sementara 95 persen lainnya masih dalam proses. DLHK juga mencatat lebih dari separuh laporan belum terselesaikan.

Di tingkat wilayah, beberapa kecamatan, yakni Mandonga berhasil menyelesaikan seluruh laporan yang masuk.

Kecamatan lain seperti Poasia, Wua-Wua, Kambu, Kendari Barat, dan Kendari masih memiliki sejumlah laporan yang belum tertangani sepenuhnya.

Sahuriyanto menambahkan, pihaknya akan terus melakukan evaluasi bersama seluruh instansi terkait untuk meningkatkan kecepatan respons dan kualitas pelayanan.

“Ke depan, memperkuat koordinasi lintas sektor agar setiap laporan bisa diselesaikan lebih cepat dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)

Editor: Redaksi | Laporan: Is

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement