SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berita Sultra

Penertiban Tambang Ilegal di Bombana Berdarah, Oknum Brimob BKO Diduga Tembak Warga

korban penembakan di lokasi tambang ilegal Desa Wambarema, Bombana, Kamis (8/1/2026)

FAKTAINDONESIA.NET – Suasana di lokasi pertambangan ilegal Desa Wambarema, Kecamatan Poleang Utara, Kabupaten Bombana, mendadak mencekam pada Kamis (8/1/2026) siang. Sebuah insiden penembakan yang melibatkan aparat kepolisian pecah di tengah upaya penertiban aktivitas tambang tanpa izin, mengakibatkan seorang warga sipil menderita luka tembak.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 11.00 WITA tersebut diduga melibatkan empat personel Resimen 2 Korps Brigade Mobil (Korbrimob) Polri yang tengah menjalankan tugas BKO di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kasi Humas Polres Bombana, IPTU Abd. Hakim, mengonfirmasi bahwa insiden bermula saat aparat mendatangi lokasi untuk memberikan peringatan keras agar aktivitas tambang ilegal di kawasan tersebut segera dihentikan. Namun, langkah persuasif tersebut justru berujung pada konfrontasi fisik.

“Situasi di lapangan memanas setelah terjadi adu mulut antara warga dan aparat. Hingga akhirnya, terdengar letusan senjata api yang mengenai salah satu warga,” ujar IPTU Abd. Hakim kepada awak media, Kamis sore.

Akibat kejadian itu, sebutir peluru dilaporkan bersarang di punggung kaki kiri salah satu warga. Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Tanduale, Bombana, untuk mendapatkan perawatan intensif dan penanganan darurat dari pihak medis.

Gelar Coffee Morning, Kapolda dan Kajati Sultra Perkuat Sinergitas Penegakan Hukum Berkeadilan

Merespons insiden serius tersebut, jajaran kepolisian langsung mengambil tindakan tegas. Keempat personel Brimob yang diduga terlibat awalnya diamankan di Mapolres Bombana sebelum akhirnya dijemput paksa oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Sultra untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Penanganan dan proses penyelidikan kasus ini telah sepenuhnya diambil alih oleh Polda Sultra. Pemeriksaan akan dilakukan secara objektif dan transparan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegas IPTU Abd. Hakim.

Pasca-insiden, pihak kepolisian meminta seluruh elemen masyarakat, khususnya di wilayah Poleang Utara, untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu liar yang berkembang di media sosial.

Pihak kepolisian berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini, terutama terkait prosedur penggunaan senjata api oleh personel di lapangan. Saat ini, fokus utama aparat adalah menjaga kondusivitas wilayah agar ketegangan di area tambang tidak meluas.

Kasus ini menjadi sorotan publik sekaligus ujian bagi transparansi Polri dalam menangani dugaan pelanggaran prosedur oleh anggotanya di wilayah konflik pertambangan.

‎Aksi Koboi Oknum Ketua BPD di Muna Barat: Ayunkan Parang hingga Hajar Warga di Pinggir Jalan

Editor: Redaksi | Laporan: Wan

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement