FAKTAINDONESIA.NET, KONAWE SELATAN – Penemuan bayi sempat gegerkan warga di Desa Bima Maroa, Kecamatan Andoolo Barat, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Senin (9/2/2026) pagi.
Kini kabar sedih menghampiri, setelah mendapat perawatan intensif rumah sakit di Konsel, nyawa bayi malang tersebut dinyatakan meninggal dunia, Rabu (10/3/2026), hanya mampu bertahan selama 29 hari.
Berdasarkan unggahan video Facebook, Eri Tala, pada Kamis (12/3/2025) memperlihatkan prosesi pemulasaran jasad bayi hingga di makamkan.
“Hari ini kami mendapat telpon Kadis Sosial (Konsel) untuk mendampingi beliau di RS kabupaten, berdiskusi terkait prosesi pelaksanaan pemakaman bidadari surga, bayi berumur 29 hari sejak ditemukan dalam kardus di depan rumah warga Desa Bima Maroa, Andoolo Barat,” tulis unggahan akun tersebut dikutip media Fakta Indonesia, pada Jumat (13/3/2026).
Sementara, lokasi pemakaman bayi malang tersebut di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Mataupe, Kecamatan Andoolo Barat, Konsel.
“Keputusan awal dimakamkan di TPU Potoro, namun pertimbangan pihak kepolisian, maka kami mengantarmu ke TPU Desa Mataupe, Andoolo Barat,” tulis unggahan Eri Tala,
Sementara itu, bayi tersebut diberi nama Tina Moroa, yang memiliki arti perempuan bersih suci Bimamaroa.
Sebelumnya, bayi itu ditemukan dalam kondisi hidup dan kini dirawat di puskesmas.
“Benar ada bayi ditemukan berjenis kelamin perempuan,” ujar Kasatreskrim Polres Konawe Selatan AKP Laode M Jefri Hamzah, pada Februari 2026 lalu.
Bayi itu kemudian dibawa ke Puskesmas Bima Maroa, Kecamatan Andoolo, untuk mendapatkan perawatan.
Selain itu, polisi bergerak ke lokasi, setelah mendapatkan informasi penemuan bayi itu.
“Bayi langsung dievakuasi ke puskesmas untuk mendapatkan pertolongan,” ungkapnya.
Jefri mengatakan pihaknya masih melakukan pemeriksaan saksi mata untuk mengungkap peristiwa itu. Polisi juga mendalami dugaan pembuangan bayi itu.
“Saksi-saksi sedang diperiksa dan kami dalami dugaan pelaku pembuangan bayi tersebut,” pungkasnya. (*)
Editor: Redaksi | Laporan: Isji


Comment