FAKTAINDONESIA.NET, KONAWE – Aksi pencurian nekat menyasar fasilitas pendidikan di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Sekolah SMA Negeri 1 Lambuya, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), disatroni maling, Selasa (12/05/2026) sekitar pukul 02.00 WITA.
Gedung SMA Negeri 1 Lambuya dibobol maling, Selasa (12/05/2026) sekitar pukul 02.00 WITA.
Tak tanggung-tanggung, pelaku beraksi seorang diri ini terekam jelas kamera pengawas (CCTV), sebelum akhirnya alat perekam tersebut turut ia embat.
Berdasarkan rekaman CCTV diterima redaksi , pelaku terlihat mengenakan jaket hitam dengan bagian penutup kepala (hoodie) ditarik kencang, menutupi wajahnya.
Dalam suasana remang, pria tak dikenal tersebut tampak dengan leluasa menggeledah satu per satu lemari di ruang guru.
Kondisi sekolah yang sepi di jam-jam rawan membuat pelaku leluasa melancarkan aksinya tanpa hambatan.
Pihak sekolah harus merugi setelah sejumlah perangkat elektronik penting raib.
Barang-barang dilaporkan hilang antara lain, 2 Unit Mikrofon (Mic), disebut-sebut baru saja dibeli.
Amplifier (Ampli), Kamera CCTV (pelaku mencopot kamera untuk menghilangkan jejak), Tabung, Earphone, dan perangkat elektronik penunjang lainnya.
“Mereka kasih hilang ini CCTV. Banyak yang hilang seperti amfli, mic yang baru-baru saya beli,” ujar seorang pria dalam video yang beredar, nada suaranya terdengar penuh kekecewaan.
Kabar pembobolan ini pertama kali mencuat ke publik setelah diunggah oleh akun media sosial bernama Adrin.
Ia memperingatkan warga mengenai kejadian yang diperkirakan terjadi saat warga tengah terlelap.
”SMAN 1 Lambuya kemalingan tadi malam. Diperkirakan sekitar jam 2 ke atas malam. Ampli, mic 2, alat-alat elektronik, earphone, tabung, CCTV dia curi,” tulis akun tersebut dalam unggahannya yang kini ramai dibagikan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi mengenai laporan kepolisian dari pihak sekolah.
Namun, video rekaman aksi pelaku kini tengah viral dan menjadi perbincangan hangat warga Sultra, khususnya di wilayah Konawe. (*)
Editor: Redaksi | Laporan: Wan



Comment