FAKTAINDONESIA.NET, KENDARI – Warga Kompleks BTN Zalika, Lorong Syeh Alwi, Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mendadak geger pada Sabtu (06/06/2026) pagi.
Seorang pria paruh baya ditemukan terbujur kaku di samping rumah warga setelah sempat dinyatakan hilang tanpa kabar sejak malam sebelumnya. Korban diketahui bernama Ismail (50), seorang pria yang sehari-harinya bekerja sebagai wiraswasta sekaligus merupakan warga yang berdomisili di kompleks perumahan setempat.
Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, membeberkan bahwa petaka ini bermula ketika korban pamit untuk keluar rumah pada Jumat (05/06/2026) sekitar pukul 21.00 WITA. Namun, hingga larut malam, Ismail tak kunjung menginjakkan kaki kembali di kediamannya.
Kepergian korban yang tanpa kabar tersebut seketika membuat sang anak yang bernama Masyahatul Jannah diselimuti rasa cemas yang mendalam. Kekhawatiran pihak keluarga itu bukan tanpa alasan, sebab korban diketahui sedang mengidap riwayat penyakit kronis yang membutuhkan perhatian medis khusus.
Melihat kepanikan pihak keluarga, seorang tetangga korban bernama Sitti Hamira sempat menyarankan keluarga untuk segera melakukan penyisiran dan pencarian, mengingat korban memiliki riwayat penyakit gagal ginjal yang cukup parah.
Upaya pencarian mandiri tersebut sempat berlanjut hingga keesokan harinya. Titik terang mengenai keberadaan korban akhirnya muncul secara tak sengaja pada Sabtu pagi sekitar pukul 06.30 WITA ketika Sitti Hamira sedang menyapu halaman hingga ke area lahan kosong di samping rumah tetangganya.
Langkah Sitti mendadak terhenti ketika matanya menangkap sepasang kaki manusia mencuat dari balik semak-semak yang cukup rimbun di dekat lokasi ia menyapu. Dirundung rasa curiga dan takut, ia langsung berlari memanggil anak korban untuk memastikan temuan tersebut secara bersama-sama.
Saat dicek lebih dekat, ternyata yang ditemukan telentang di balik rerumputan adalah Ismail dalam kondisi yang sudah terbujur kaku dan meninggal dunia. Penemuan jasad tersebut langsung memicu kehebohan besar di area BTN Zalika, di mana warga yang berbondong-bondong datang langsung mengevakuasi jenazah korban ke dalam rumah sembari menunggu kedatangan pihak kepolisian.
Tim Inafis Polresta Kendari yang tiba di lokasi pasca-menerima laporan langsung menggelar Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara menyeluruh. Dari hasil pemeriksaan fisik luar, petugas menemukan adanya sisa busa yang keluar dari mulut korban, namun polisi menegaskan tidak ada tanda-tanda atau indikasi tindak kekerasan pada tubuh Ismail.
Pihak keluarga mengaku telah ikhlas menerima kepergian korban sebagai musibah murni akibat faktor kesehatan dan secara tegas menolak prosedur autopsi. Kendati demikian, mereka tetap mengizinkan petugas melakukan visum luar, dan hingga saat ini penyebab pasti kematian korban masih dalam penanganan serta pendalaman intensif pihak kepolisian.
Editor: Redaksi | Laporan: Wan





Comment