FAKTAINDONESIA.NET – Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK), Sulawesi Tenggara (Sultra), akhirnya memberikan klarifikasi terkait kasus dugaan penganiayaan mahasiswa oleh seorang oknum dosen yang viral setelah rekaman kamera CCTV tersebar di media sosial.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UMK, Dr. Yusuf, menegaskan pihaknya telah mengambil langkah awal sesuai arahan Rektor UMK. Ia menyebut peristiwa tersebut sebagai bentuk kekhilafan dari oknum dosen yang bersangkutan.
“Situasi kampus saat itu memang ramai. Oknum dosen hanya ingin menanyakan soal pakaian dinas harian (PDH) yang dipakai mahasiswa dari program studi lain. Namun, situasi berkembang hingga berujung pada insiden seperti dalam rekaman CCTV,” kata Dr. Yusuf saat dikonfirmasi, Kamis (24/9/2025).
Meski begitu, pihak kampus belum dapat menjatuhkan sanksi sebelum seluruh fakta diperoleh. Rekaman CCTV yang beredar dinilai kurang jelas karena jarak dan keramaian di lokasi.
“Kami tidak akan gegabah. Prinsipnya, kekerasan dalam bentuk apa pun tidak bisa dibenarkan. Penanganan kasus ini tetap berjalan agar suasana kampus kondusif kembali,” tegasnya.
Dr. Yusuf menambahkan UMK dibangun atas dasar kekeluargaan dan persaudaraan. Ia menegaskan kampus tidak memberi ruang bagi kekerasan, baik antarmahasiswa maupun antara dosen dengan mahasiswa.
Sementara itu, korban yang berinisial Aldi (23), mahasiswa Jurusan Arsitektur, membenarkan dirinya menjadi sasaran penganiayaan. Kejadian tersebut berlangsung saat kegiatan Orientasi Studi Dasar-dasar Islam dan Kemuhammadiyahan (OSDIK) di pelataran kampus UMK, Rabu (17/9/2025) sore.
“Saya hanya duduk santai di belakang pagar kampus, tiba-tiba dosen itu datang dan menendang baju saya dua kali,” ungkap Aldi.
Aldi mengaku sempat meminta dosen tersebut untuk berbicara baik-baik. Namun, ia justru mengalami tindak kekerasan lebih jauh.
“Waktu dia mau menarik saya, saya bilang, ‘kita bicarakan baik-baik, Pak.’ Tapi saya malah dibanting tanpa alasan jelas,” tambahnya.
Kasus ini kini menjadi perhatian publik, dan pihak kampus memastikan akan mengusut tuntas demi menjaga marwah institusi serta kenyamanan seluruh mahasiswa.(*)





Comment