FAKTAINDONESIA.NET – Ketegangan pecah di Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Baruga Lepo-Lepo II, Kota Kendari, setelah seorang supplier bahan pangan bernama Wa Ode Ima meluapkan emosinya di hadapan petugas dan karyawan setempat.
Aksi protes ini dipicu oleh keputusan Kepala Dapur SPPG berinisial FR yang diduga memberhentikan Ima secara sepihak sebagai pemasok bahan makanan tanpa persetujuan dari mitra pemilik dapur, Hj. Patmawati. Ima menuding adanya kejanggalan dalam prosedur penggantian supplier ini, mengingat kerja sama dirinya dengan pemilik dapur telah terjalin resmi sejak institusi tersebut berdiri pada November 2025.
Persoalan ini bermula ketika FR mengeluhkan kualitas bahan pasokan berupa buah dan sayur yang dinilai tidak sesuai spesifikasi.
Namun, Ima membela diri dengan menyatakan bahwa kerusakan dalam jumlah kecil adalah hal wajar karena faktor penumpukan volume besar, dan pihaknya selalu sigap mengganti bahan yang rusak tersebut.
Kejanggalan semakin mencuat ketika FR diduga langsung menghubungi supplier baru yang merupakan rekannya sendiri dan melakukan pemesanan bahan untuk kebutuhan satu minggu ke depan tanpa sepengetahuan pemilik dapur.
Hingga saat ini, polemik tersebut belum menemui titik terang lantaran FR dilaporkan sulit ditemui dan tidak merespons upaya konfirmasi melalui pesan singkat maupun panggilan telepon.
Akibat insiden ini, transparansi pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Baruga kini menjadi sorotan tajam, terutama terkait kewenangan kepala dapur dalam menentukan mitra penyedia bahan pangan yang dianggap melangkahi wewenang pemilik dapur.
Pihak supplier yang merasa dirugikan menuntut kejelasan status kerja sama dan mendesak adanya evaluasi terhadap kepemimpinan di unit pelayanan tersebut guna menghindari praktik nepotisme dalam pengadaan bahan pangan.
Editor: Redaksi | laporan: Wan





Comment