SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berita Sultra

Lahan Perumahan di Baubau Longsor, Nyawa Operator Excavator Melayang Tertimpa Batu Besar

Tim SAR Gabungan saat berupaya mengeluarkan tubuh Akbar (33) yang terjepit di dalam kabin excavator usai tertimpa batu besar di kawasan Griya Puncak, Kota Baubau, Kamis (26/3/2026).

FAKTAINDONESIA.NET, BAU BAU  – Kecelakaan kerja maut mengguncang kawasan proyek perumahan Griya Puncak, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, pada Kamis siang (26/3/2026). Seorang operator alat berat bernama Akbar (33) dilaporkan meninggal dunia setelah unit excavator yang dikemudikannya tertimpa material longsoran berupa bongkahan batu besar.

Peristiwa nahas tersebut bermula sekira pukul 10.00 WITA. Korban yang merupakan warga Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan, saat itu tengah fokus melakukan pembersihan lahan (land clearing) untuk pengembangan perumahan. Tanpa diduga, tebing di atas area pengerjaan mengalami longsor mendadak.

Satu bongkahan batu berukuran besar jatuh tepat mengenai unit excavator, menghantam ruang kemudi (cabin), dan mengakibatkan korban terjepit di dalam material besi yang ringsek.

Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari menerima laporan darurat dari Kabid Damkar Baubau, Laode Nur Alam, pada pukul 11.30 WITA. Tim Rescue Pos SAR Baubau segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan operasi evakuasi yang cukup sulit mengingat besarnya material batu yang menghimpit kabin.

“Setelah upaya penyelamatan intensif menggunakan peralatan ekstrikasi selama kurang lebih satu jam, korban akhirnya berhasil dievakuasi pada pukul 13.15 WITA,” ujar Humas Basarnas Kendari, Wahyudi, mewakili Kepala KPP Kendari.

Terekam CCTV! Maling Laptop Rp14 Juta di Kendari Kabur Lewat Balkon Masjid

Meski tim evakuasi bergerak cepat, nyawa korban tidak tertolong. Akbar dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka berat yang dideritanya. Jenazah korban langsung dilarikan ke RSUD Palagimata untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Dengan dievakuasinya korban, Operasi SAR resmi dinyatakan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat, termasuk tim Damkar Baubau, TNI/Polri, serta potensi SAR lainnya, telah kembali ke satuan masing-masing. Insiden ini kini dalam penyelidikan pihak kepolisian guna memastikan standar keselamatan kerja di area proyek tersebut.(*)

Editor: Redaksi | Laporan Wan

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement