FAKTAINDONESIA.NET – Langkah seorang pria asal Aceh inisial SA (39), terhenti secara dramatis di Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara.
Niatnya terbang menuju Kendari, Sulawesi Tenggara, berujung ke sel tahanan.
Setelah petugas membongkar aksi nekatnya, menyembunyikan 2 kilogram sabu di balik pakaiannya.
Penangkapan ini sempat viral di media sosial. Dalam video yang beredar, petugas terlihat memotong lilitan lakban yang menempel erat di tubuh pelaku.
SA menggunakan modus body wrapping, yakni merekatkan paket narkotika langsung ke kulit untuk mengelabui pemeriksaan.
Kepala BNNK Deli Serdang, Kombes Josua Tampubolon, mengonfirmasi barang bukti tersebut dibagi ke dalam empat paket besar.
“Sabu tersebut dilakban keliling di bagian perut dan paha pelaku. Berat kotornya mencapai 2 kilogram yang dikemas dalam 4 bungkus plastik,” ujar Josua dilansir dari Detik.com
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, SA mengaku nekat menjadi kurir karena himpitan ekonomi. Ia dijanjikan upah sebesar Rp100 juta oleh rekannya jika barang haram yang diduga berasal dari Malaysia tersebut sampai ke tangan pemesan di Kendari.
“Alasannya klasik, dia butuh uang karena orang tuanya sakit. Namun, upah itu baru akan dibayarkan jika misi pengiriman ini berhasil,” tambah Josua.
Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama apik antara BNN dan pihak bandara. Kronologinya adalah sebagai berikut, BNN menerima laporan adanya upaya penyelundupan narkotika jalur udara.
BNNK Deli Serdang berkoordinasi dengan petugas Aviation Security (Avsec) Kualanamu untuk memantau pergerakan SA.
Saat SA memasuki area bandara, petugas yang sudah siaga langsung melakukan pengamanan dan penggeledahan badan.
Meski SA mengaku baru pertama kali beraksi, BNN tidak lantas percaya.
Saat ini, petugas tengah melakukan pengembangan besar-besaran untuk melacak siapa pemasok utama dari Aceh dan siapa “raja kecil” yang menunggu kiriman tersebut di Kendari.
”Kami sudah berkoordinasi dengan BNN di Kendari. Jaringan ini sedang kami dalami lebih lanjut untuk memutus mata rantai peredarannya,” tegas Josua. (*)
Editor: Redaksi | Laporan: Wan


Comment