FAKTAINDONESIA.NET, MUNA – Akses nadi ekonomi dan pendidikan di Kecamatan Pasi Kolaga, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), kini berada dalam kondisi kritis.
Jalan poros yang menghubungkan Desa Mata Indaha, Kolese, dan Tampunabale terputus total akibat longsor yang kian parah hingga menciptakan celah amblas sepanjang kurang lebih 35 meter.
Berdasarkan pantauan visual di lapangan, kerusakan di jalur Tampunabale–Kolese ini bukan sekadar lubang biasa, melainkan badan jalan yang amblas sepenuhnya.
Meski kondisi tanah masih sangat labil dan berisiko tinggi, beberapa warga terpaksa tetap melintas menggunakan kendaraan roda dua dengan bertaruh nyawa demi keperluan mendesak.
“Ini jalan poros utama. Hari ini kondisinya semakin parah. Jalan ini adalah jantung bagi tiga desa kami,” ujar seorang warga dalam rekaman video yang beredar, Sabtu (11/4/2026).
Dampak paling nyata dirasakan oleh para pelajar yang setiap hari harus melintasi area berbahaya tersebut untuk menuju sekolah. Jika tidak segera ditangani, aktivitas distribusi logistik dan pendidikan di tiga desa tersebut terancam lumpuh permanen.
Harapan sempat muncul melalui informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa perbaikan permanen direncanakan masuk dalam agenda Tahun Anggaran (T.A.) 2026.
Namun, warga menilai waktu tersebut terlalu lama untuk akses yang bersifat vital. Hingga saat ini, pemerintah daerah setempat belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah tanggap darurat, seperti penyediaan alat berat atau pembuatan jalur alternatif yang lebih aman bagi warga.
Editor: Redaksi | Laporan: Wan


Comment