FAKTAINDONESIA.NET, KENDARI – Suasana akademik Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mendadak dilanda ketegangan, menyusul insiden pengeroyokan dan penikaman menimpa seorang mahasiswa bernama Pedro.
Peristiwa mengerikan ini terjadi tepat di halaman Fakultas Peternakan, meninggalkan luka fisik dan trauma mendalam bagi sivitas akademika.
Aksi brutal yang terekam kamera pengawas (CCTV), dengan cepat menyebar dan menjadi perbincangan hangat di dunia maya.
Dalam CCTV beredar memperlihatkan momen dramatis ketika korban, Pedro, sedang menikmati ketenangan bersama rekan-rekannya di bawah rindangnya pepohonan.
Namun, kedamaian itu seketika terusik kehadiran dua pria misterius, berbusana serba hitam yang menghampiri korban.
Situasi awalnya tenang dengan cepat memanas. Percakapan singkat berubah menjadi adu mulut sengit, tak lama kemudian berujung pada tindakan anarkis tanpa ampun.
Meski Pedro berusaha sekuat tenaga melawan serangan membabi buta kedua pelaku, nyawanya nyaris terenggut.
Dalam sepersekian detik mencekam, salah satu pelaku mengeluarkan sebilah badik dari balik punggungnya dan tanpa ragu menghunjamkannya ke tubuh korban.
Tanpa memedulikan kondisi korban terkapar, kedua pelaku segera melarikan diri dari lokasi kejadian, meninggalkan jejak kekerasan di jantung kampus.
Kapolsek Poasia, AKP Ismunandar, membenarkan adanya insiden berdarah tersebut.
Berdasarkan keterangan awal dari korban saat masih dalam perawatan, motif di balik aksi nekat ini hanya masalah sepele.
”Penyebabnya karena pelaku tidak terima ditegur korban untuk mencukur rambut,” ungkap AKP Ismunandar, pada Kamis (9/4/2026).
Saat ini, jajaran kepolisian dari Polsek Poasia bergerak cepat memburu para pelaku yang masih buron.
Pihak berwajib berupaya keras untuk segera mengungkap motif lebih dalam dan membawa para pelaku pertanggungjawaban hukum atas perbuatan mereka yang sadis. (*)
Editor: Redaksi | Laporan: Wan


Comment