FAKTAINDONESIA.NET, KONAWE SELATAN – Masuri, orang tua dari Fatriani, menyampaikan permohonan maaf dan penyesalannya kepada masyarakat Sulawesi Tenggara, khususnya Kabupaten Konawe Selatan, atas beredarnya informasi dugaan pembegalan yang sempat menghebohkan dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Dalam keterangannya, Masuri mengakui bahwa peristiwa pembegalan yang sebelumnya dilaporkan oleh anaknya sebenarnya tidak pernah terjadi. Ia mengaku sangat menyesali kejadian tersebut dan meminta maaf kepada seluruh pihak yang telah memberikan perhatian terhadap informasi tersebut.
“Saya selaku orang tua sangat menyesal atas perbuatan anak saya yang telah melaporkan adanya kejadian pembegalan. Setelah kami ketahui, kejadian itu sebenarnya tidak ada,” ujar Masuri.
Ia menjelaskan, putrinya saat ini tengah menghadapi berbagai persoalan pribadi dan keluarga yang cukup berat sehingga memengaruhi kondisi kejiwaannya.
“Anak saya sedang menghadapi banyak masalah dan mengalami tekanan yang cukup berat hingga memengaruhi kondisi mentalnya. Sebagai orang tua, kami memohon pengertian dari masyarakat atas kondisi yang dialami anak kami,” katanya.

tankapan layar video permohonan maaf terbuka yang disampaikan oleh Masuri, orang tua dari Fatriani, terkait klarifikasi informasi bohong (hoax) mengenai dugaan pembegalan yang sempat meresahkan warga Kabupaten Konawe Selatan, Selasa (09/06/2026).
Masuri pun menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Sulawesi Tenggara, khususnya warga Konawe Selatan, serta kepada jajaran Polres Konawe Selatan yang telah merespons laporan tersebut dan melakukan langkah-langkah penyelidikan.
“Kami sekeluarga meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara, khususnya Kabupaten Konawe Selatan, serta kepada pihak kepolisian atas kegaduhan dan keresahan yang ditimbulkan. Kami sangat menyesali kejadian ini dan berharap masyarakat dapat memaafkan kekhilafan yang telah terjadi,” ungkapnya.
Ia berharap peristiwa tersebut dapat menjadi pelajaran bagi keluarga dan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menyampaikan informasi sehingga tidak menimbulkan keresahan maupun kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Editor: Redaksi | Laporan: Sul





Comment