FAKTAINDONESIA.NET, KONAWE SELATAN – Puluhan emak-emak di Desa Puao, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra), menggelar aksi demonstrasi.
Aksi tersebut berkaitan dapur Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (10/3/2026).
Puluhan emak-emak di Desa Puao meminta aktivitas pelayanan dapur SPPG untuk sementara waktu dihentikan.
Dalam orasinya, salah satu warga Desa Puao menyoroti kebijakan kepala dapur SPPG, dinilai tidak transparan dalam proses perekrutan relawan.
Menurutnya, sejak awal proses perekrutan relawan, kepala dapur tidak pernah menyampaikan secara terbuka.
Mengenai mekanisme penerimaan relawan atau karyawan SPPG. Namun, tiba-tiba sudah terbentuk grup relawan.
“Harusnya di Puao ini jatahnya 30 orang relawan, tapi yang keluar namanya hanya 22 orang, itu pun belum semuanya masuk dalam grup relawan,” ujar salah satu orator saat menyampaikan aspirasi.
Warga juga menyesalkan sikap kepala SPPG Desa Puao, dianggap mengabaikan rekomendasi dari pemerintah desa setempat terkait perekrutan relawan.
Menurut mereka, sikap tersebut mencerminkan ketidakpedulian terhadap aspirasi masyarakat desa.
“Karena ini sudah ramai, harapan kami 47 relawan MBG di SPPG Desa Puao harus warga Desa Puao semua, jangan dari desa lain. Kalau tidak, silakan pindahkan saja dapur SPPG ke Aopa,” tegasnya.
Sementara itu, kepala SPPG Desa Puao yang disebut-sebut bernama Rifaldi belum memberikan keterangan resmi terkait aksi demonstrasi dan penyegelan dapur tersebut. (*)
Editor : Redaksi | Laporan : Sul




Comment