FAKTAINDONESIA.NET, KONSEL – Musibah kebakaran dahsyat melanda kediaman milik mantan Kepala Desa Awunio, Mustaring (60), di Desa Awunio, Kecamatan Kolono, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara, pada Kamis (22/10/2026) siang.

Warga sekitar bersama personel Polsek Kolono saat bergotong-royong melakukan pemadaman dan pendinginan sisa api di lokasi kejadian.
Kobaran api yang mengamuk sekira pukul 13.40 WITA tersebut melalap habis seluruh bangunan rumah seluas 218 meter persegi hingga rata dengan tanah beserta seluruh harta benda bernilai tinggi di dalamnya. Selain menghanguskan perabot rumah tangga dan dokumen elektronik, musibah ini turut memusnahkan perhiasan emas seberat 10 gram serta tujuh buah sertifikat tanah penting milik korban dengan total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp700 juta.
Kapolsek Kolono, Ipda Nurdin Iskandar, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan olah tempat kejadian perkara oleh personel kepolisian, penyebab timbulnya api diduga kuat bersumber dari korsleting arus pendek listrik di bagian dalam instalasi bawah atap rumah.

Personel Polsek Kolono memasang garis polisi (police line) di area reruntuhan rumah korban guna sterilisasi dan proses olah TKP.
Saat kobaran api pertama kali membubung tinggi, pemilik rumah diketahui tidak berada di tempat lantaran sedang beraktivitas membersihkan rumput di kebun jambu mete miliknya sejak pukul 10.00 WITA. Korban baru menyadari kediamannya dilalap si jago merah setelah seorang warga bernama Eko bergegas menyusul ke area perkebunan untuk menyampaikannya.
Aksi tanggap darurat sempat dilakukan oleh warga sekitar setelah saksi mata bernama Ahmad Tato melihat asap dan api membesar saat melintas di depan rumah korban.
Warga bahu-membahu memadamkan api secara manual, sementara personel Polsek Kolono yang tiba di lokasi mengerahkan kendaraan pengangkut air untuk mempercepat proses pemadaman serta lokalisasi titik api. Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, pihak kepolisian telah memasang garis polisi di sekitar reruntuhan guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Editor: Redaksi
Laporan: Wan


Comment