FAKTAINDONESIA.NET, BOMBANA – Suasana di lokasi penambangan emas SP 9, Desa Wumbubangka, Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, mendadak mencekam setelah insiden longsor maut dilaporkan menelan korban jiwa pada Selasa (7/4/2026).
Rekaman video yang diterima redaksi FAKTA INDONESIA.NET memperlihatkan momen memilukan saat warga berjibaku melawan waktu dengan peralatan seadanya untuk menggali material tanah yang menimbun rekan-rekan mereka. Sebuah ekskavator akhirnya dikerahkan ke lokasi untuk mempercepat proses pencarian di titik longsoran yang cukup dalam guna mengevakuasi para korban yang terjebak di bawah reruntuhan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa nahas ini diduga terjadi sejak Senin malam, di mana upaya pencarian dilakukan tanpa henti oleh warga setempat hingga pagi hari.
Kabar mengenai tragedi ini pertama kali mencuat ke publik melalui unggahan media sosial milik akun Kartika Putri yang membagikan kesaksian pilu mengenai jumlah korban yang terlibat dalam insiden tersebut.
Menurut unggahan tersebut, total terdapat lima orang yang tertimbun material longsor, di mana empat orang berhasil ditemukan pada malam kejadian dengan kondisi satu orang meninggal dunia dan tiga lainnya dalam keadaan kritis.
Pencarian terakhir yang dilakukan pada Selasa pagi memastikan bahwa seluruh korban yang tertimbun telah berhasil ditemukan, termasuk satu korban terakhir yang diidentifikasi sebagai kerabat dari pemilik akun tersebut.
Meskipun seluruh korban telah dievakuasi dari himpitan tanah, duka mendalam tetap menyelimuti keluarga korban mengingat insiden ini terjadi di tengah aktivitas tambang yang memiliki risiko tinggi. Hingga saat ini, proses identifikasi lebih lanjut terhadap para korban masih terus dilakukan oleh pihak terkait di lokasi kejadian.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Bombana belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi pasti maupun identitas lengkap para korban yang terlibat dalam musibah ini. Masyarakat masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak berwenang mengenai legalitas lokasi tambang tersebut serta langkah-langkah pengamanan yang akan diambil pasca-insiden untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. Tragedi ini kembali menjadi pengingat akan bahaya besar yang mengintai para pekerja di sektor pertambangan rakyat di wilayah Sulawesi Tenggara.(*)
Editor: Redaksi | Laporan: Wan


Comment