SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berita Sultra Kesehatan

Viral! Puskesmas Rarowatu Bombana Disebut Tak Ada Petugas saat Pasien Butuh Pertolongan

Viral keluhan keras keluarga pasien terhadap pelayanan Puskesmas Rarowatu, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), hendak berobat tak ada petugas.

FAKTAINDONESIA.NET, BOMBANA – Jagat maya tengah dihebohkan keluhan keras keluarga pasien terhadap pelayanan Puskesmas Rarowatu, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Melalui unggahan viral di Facebook, puskesmas tersebut dikritik, lantaran diduga kosong tanpa petugas jaga saat pasien kondisi darurat membutuhkan pertolongan.

‎Kekecewaan mendalam ini pertama kali mencuat melalui akun Facebook Firman Latif Sola.

Dalam sebuah video diterima media Fakta Indonesia, pada Kamis (2/4/2026), Firman tampak geram melihat kondisi fasilitas kesehatan yang sepi penghuni tersebut.

‎ “Ini Puskesmas Rarowatu tidak ada guna-gunanya. Bikin habis anggaran saja!” cetusnya dengan nada kesal.

‎Ia membeberkan hampir seluruh ruangan yang ia datangi nihil petugas.

Padahal, saat itu terdapat pasien kecelakaan dengan luka serius, sangat membutuhkan tindakan medis segera.

‎Berdasarkan keterangan dihimpun, pasien merupakan korban kecelakaan dengan kondisi patah kaki masuk ke puskesmas sejak waktu subuh.

‎Hingga pukul 08.00 WITA, pasien tersebut dilaporkan belum mendapatkan penanganan medis sama sekali.

‎Dalam rekaman video lain, seorang wanita mencoba menghubungi petugas melalui telepon, namun mendapatkan jawaban yang mengecewakan.

‎”Ditelpon, mereka bilang bukan piketnya,” ujarnya dalam video tersebut.

‎Kondisi ini lantas memicu gelombang kritik dari para pengguna media sosial. Banyak yang menyayangkan lemahnya manajemen piket di fasilitas kesehatan publik tersebut.

‎”Astaga, kok bisa seperti itu? Harusnya, setidaknya ada salah satu perawat yang bisa standby di Puskesmas,” tulis akun Dewika Rauf di kolom komentar.

‎Sampai berita ini diturunkan, pihak Puskesmas Rarowatu belum memberikan keterangan resmi terkait alasan kosongnya petugas di jam krusial tersebut.

FIF GROUP Kendari Dinyatakan Melawan Hukum, Gunakan Alamat Warga Tanpa Izin Sebagai Alamat Tagih

Publik kini menanti penjelasan serta evaluasi dari Dinas Kesehatan setempat agar kejadian serupa tidak terulang kembali. (*)

Editor: Redaksi | Laporan: Wan

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement