SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berita Sultra

Warga Saragi Buton Geruduk Pangkalan Subsidi Maysila, Tuding Minyak Tanah Diutamakan Untuk Orang Dalam

FAKTAINDONESIA.NET – Aroma kecurangan dalam penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi kembali tercium di Sulawesi Tenggara.

Sejumlah ibu rumah tangga (emak-emak) di Kelurahan Saragi, Kecamatan Pasar Wajo, Kabupaten Buton, meluapkan kekecewaan dan amarah terhadap praktik dugaan ketidakadilan di pangkalan minyak tanah bersubsidi milik Maysila.

Pangkalan yang seharusnya menjadi penolong masyarakat Saragi ini dituding melakukan tebang pilih, dengan lebih mengutamakan kerabat pemilik pangkalan ketimbang warga setempat yang berhak menerima jatah subsidi.

Kekecewaan warga memuncak setelah seorang ibu rumah tangga bernama Sarifa tidak mendapatkan jatah minyak tanah bersubsidi, meskipun telah membawa kupon resmi sesuai nama di Kartu Keluarga (KK).

“Kemarin, tanggal 18 Oktober, saya datang bawa kupon sesuai nama KK, tapi pemilik pangkalan bilang minyak tanah sudah habis. Padahal saya lihat sendiri masih ada sekitar 20 jeriken di sana,” kata Sarifa, Selasa (21/10/2025).

Polres Konawe Selatan Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla, Bhabinkamtibmas Diminta Aktif Deteksi Titik Rawan

Menurut Sarifa dan warga lainnya, puluhan liter minyak tanah yang disembunyikan itu sengaja disisihkan untuk keluarga dekat pemilik pangkalan, yang bahkan tidak tinggal di Kelurahan Saragi.

“Kami di Saragi masih banyak yang belum dapat. Tapi dia simpan minyak itu buat keluarganya sendiri. Ini minyak subsidi untuk masyarakat, bukan untuk keluarga pribadi! Kami cuma mau keadilan,” tegas Sarifa dengan nada kesal.

Warga menyebut, pemilik pangkalan yang diketahui bernama Purnawirawan TNI Kapten La Majidu mengklaim bahwa pangkalan tersebut adalah milik pribadinya, sehingga ia merasa berhak menentukan siapa yang mendapat jatah.

Diketahui, setiap keluarga penerima jatah minyak tanah di pangkalan Maysila ditetapkan sebanyak 10 liter dengan harga Rp60 ribu. Namun, praktik penyaluran yang diduga tidak transparan dan sarat nepotisme itu kini menuai sorotan tajam dan desakan agar pemerintah serta aparat terkait turun tangan menertibkan.(*)

Editor : Samsul | Laporan : Wan

Insiden Mencekam Gerak Jalan HUT RI di Muna: Peserta Wanita Pingsan Ditabrak F1ZR, Pelaku Melarikan Diri

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement