FAKTAINDONESIA.NET – Sebanyak 2.186 personel gabungan diterjunkan untuk mengamankan perayaan malam pergantian tahun 2026 di wilayah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (31/12/2025). Operasi pengamanan skala besar ini dilakukan guna memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat.
Kepala Biro Operasional (Karo Ops) Polda Sultra, Kombes Pol Wasis Santoso, menjelaskan bahwa kekuatan personel tersebut merupakan sinergi lintas instansi. Rinciannya meliputi 1.502 personel Polri didukung 666 personel dari unsur TNI serta jajaran instansi terkait lainnya.
“Seluruh personel telah melaksanakan apel gelar pasukan dan kini sudah berada di ploting masing-masing. Ini adalah komitmen kami untuk hadir di tengah masyarakat guna memberikan rasa aman yang maksimal,” tegas Kombes Pol Wasis.
Pemetaan 17 Lokasi Prioritas Pihak keamanan telah menetapkan 17 titik rawan yang menjadi fokus pengawasan ketat. Lokasi-lokasi tersebut mencakup pusat-pusat keramaian publik, kawasan hiburan malam, hingga jalur-jalur protokol yang kerap menjadi arena konvoi massa dan rawan kemacetan.
Imbauan Tanpa Kembang Api: Wujud Empati untuk Sumatera Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Polda Sultra mengeluarkan imbauan tegas agar masyarakat tidak merayakan malam tahun baru dengan menyalakan kembang api atau petasan. Larangan ini bukan hanya demi menjaga ketertiban umum sesuai instruksi Kapolri, melainkan juga sebagai bentuk empati nasional.
“Kami mengajak masyarakat untuk merayakan pergantian tahun secara sederhana sebagai bentuk simpati bagi saudara-saudara kita di wilayah Sumatera yang saat ini tengah berjuang menghadapi bencana alam,” tambah Wasis.
Keselamatan Lalu Lintas Menjadi Sorotan Selain pengamanan lokasi, petugas juga memperketat patroli lalu lintas. Pengendara diingatkan untuk tetap mematuhi aturan berkendara, mengenakan helm, dan melengkapi surat-surat kendaraan. Kepolisian menekankan agar euforia tahun baru tidak berujung pada kecelakaan akibat kelalaian dan pengabaian prosedur keselamatan.
Hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas di beberapa titik protokol Kendari mulai dipadati kendaraan, namun situasi terpantau tetap terkendali di bawah pengawasan ketat petugas gabungan.
Editor: Redaksi | Laporan: Wan





Comment