FAKTAINDONESIA.NET – Warga Desa Amberi, Kecamatan Lambuya, Kabupaten Konawe, digemparkan dengan penemuan jasad seorang pemuda berinisal M (28) di dalam rumahnya pada Sabtu (21/2/2026).
Korban ditemukan dalam kondisi memprihatinkan setelah pihak keluarga, terutama ayah korban, berteriak histeris meminta pertolongan warga sekitar. Meski sempat dilarikan ke puskesmas terdekat, nyawa pemuda tersebut tidak dapat diselamatkan.
Kasi Humas Polres Konawe, Iptu Andi Gafur, mengungkapkan, saksi mata yang mendengar teriakan ayah korban langsung masuk ke rumah dan menemukan M sudah tidak berdaya. Upaya penyelamatan dilakukan dengan membawa korban ke Puskesmas Lambuya.
Tim medis bahkan telah melakukan tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP) sebanyak tujuh siklus, namun hasil pemeriksaan menunjukkan tidak adanya denyut nadi maupun tanda pernapasan. M dinyatakan meninggal dunia setibanya di fasilitas kesehatan.
Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh pihak kepolisian, ditemukan bekas kain jeratan di leher korban.
Dugaan sementara mengarah pada tindakan nekat akibat depresi persoalan pribadi. Pasalnya, sebelum kejadian tragedi tersebut, korban diketahui sempat menjalin komunikasi melalui telepon dengan mantan kekasihnya. “Informasi yang kami terima, sebelum kejadian korban sempat menjalin komunikasi dengan mantan kekasihnya.
Diduga ada masalah pribadi yang sedang dihadapi,” jelas Iptu Andi Gafur dalam keterangan resminya, Minggu (22/2/2026).
Pihak Polres Konawe telah mengumpulkan barang bukti dan berkoordinasi dengan tenaga kesehatan untuk keperluan visum. Namun, pihak keluarga korban memilih untuk tidak melanjutkan proses hukum dan menolak melakukan autopsi.
Keluarga menyatakan telah mengikhlaskan kedatangan M dan menerima peristiwa ini sebagai musibah murni. Jenazah korban kini telah diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman.
Redaksi : Redaksi | Laporan : Wan


Comment