FAKTAINDONESIA.NET, BUTON – Niat baik menjaga kondusivitas wilayah justru berujung petaka bagi seorang anggota TNI berinisial A.
Usai Babinsa Koramil Kapontori, menjadi korban pengeroyokan sekelompok Orang Tak Dikenal (OTK) di Desa Wakalambe, Kecamatan Kapontori, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kasus ini kini memasuki babak baru setelah pihak kepolisian berhasil meringkus dua terduga pelaku. Terungkap fakta mengejutkan, aksi kekerasan tersebut diduga kuat merupakan aksi orderan.
Kasat Reskrim Polres Buton, AKP Sunarton Hafala mengatakan, insiden bermula saat Sertu A sedang bertugas memandu kegiatan hiburan masyarakat.
Demi mencegah keributan di malam hari, korban mengumumkan melalui pengeras suara acara joget akan segera berakhir.
”Korban memberikan kesempatan beberapa lagu terakhir sebelum acara ditutup untuk menjaga keamanan. Namun, saat hendak pulang menuju motornya, ia justru dihadang,” kata Hafala, Kamis (2/4/2026).
Tak lama kemudian, dua orang lain datang berboncengan motor, langsung menyerang anggota TNI tersebut secara membabi buta.
Korban dipukul di bagian rahang, dihantam dari belakang hingga tersungkur, lalu diinjak-injak para pelaku.
”Saat ini kedua pelaku sudah diserahkan Kodim 1413 Buton ke pihak kepolisian,” ujarnya.
AKP Sunarton menegaskan pihaknya tidak akan berhenti pada dua eksekutor ini saja. Penyelidikan kini diarahkan untuk mengungkap siapa sosok yang memerintahkan penganiayaan terhadap aparat negara tersebut.
”Kami akan terus mengembangkan kasus ini guna mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain atau dalang yang terlibat,” tegasnya. (*)
Editor: Redaksi | Laporan: Wan


Comment