FAKTAINDONESIA.NET, BUTON – Aksi teror terhadap awak media kembali terjadi di Sulawesi Tenggara. Kediaman La Ode Ali, seorang jurnalis media daring lokal di Desa Matanuwe, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton, menjadi sasaran pelemparan batu besar oleh orang tak dikenal (OTK) pada Sabtu (18/4/2026) dini hari sekitar pukul 01.08 WITA.
Berdasarkan rekaman visual yang diterima redaksi, serangan tersebut mengakibatkan kerusakan signifikan pada bagian depan rumah.
Kaca jendela hancur berserakan, sementara sebuah bongkahan batu besar yang diduga kuat digunakan pelaku ditemukan tergeletak tepat di bawah bingkai jendela.
Weni, penghuni rumah yang berada di lokasi saat kejadian, menceritakan bahwa aksi ini diduga kuat telah direncanakan. Sebelum hantaman batu terdengar, ia sempat menyadari adanya sepeda motor yang melintas pelan dan berputar balik di depan rumah, seolah memastikan situasi aman untuk beraksi.
“Tak lama setelah motor itu lewat, tiba-tiba terdengar suara hantaman keras dan bunyi kaca pecah. Begitu kami lari keluar, motor tersebut langsung tancap gas,” ungkap Weni.
Identitas pemilik rumah sebagai seorang wartawan memicu dugaan kuat bahwa insiden ini merupakan bentuk intimidasi terhadap kebebasan pers di wilayah Kabupaten Buton.
Hingga saat ini motif pelaku masih menjadi teka-teki, namun kejadian ini telah menyulut keresahan publik. Warga dan komunitas pers mendesak aparat kepolisian setempat untuk segera melakukan olah TKP dan menangkap pelaku guna mengungkap dalang di balik teror tersebut.
Editor: Redaksi | Laporan: Wan



Comment