SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berita Sultra

“Kamis Bersepeda” Dinilai Omong Kosong, ASN Sultra Masih Parkir Kendaraan di Bahu Jalan

Deretan kendaraan roda empat milik ASN yang terparkir di bahu jalan luar kawasan Kantor Gubernur Sultra pada hari Kamis, menunjukkan rendahnya kepatuhan terhadap program Kamis Bersepeda.

FAKTAINDONESIA.NET, Kendari — Program “Kamis Bersepeda” yang digagas Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, mendapat sorotan tajam dari masyarakat. Kebijakan yang bertujuan mendorong pola hidup sehat sekaligus menghemat bahan bakar minyak (BBM) itu dinilai belum berjalan efektif.

Pantauan di sekitar Kantor Gubernur Sultra menunjukkan ratusan kendaraan milik aparatur sipil negara (ASN) masih memadati kawasan tersebut setiap Kamis. Kendaraan roda dua dan roda empat bahkan terparkir di sepanjang bahu jalan, hingga memakan ruang publik yang menjadi akses masyarakat umum.

Kondisi ini memunculkan kritik dari warga. Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya menyebut program tersebut terkesan hanya sebatas wacana. “Kenyataannya ASN masih banyak yang datang pakai kendaraan pribadi. Jadi terlihat seperti omong kosong,” ujarnya.

Padahal, melalui kebijakan tersebut, ASN diwajibkan datang ke kantor dengan menggunakan sepeda, berjalan kaki, atau memanfaatkan transportasi umum. Program ini juga diharapkan menjadi gerakan moral yang menekankan pentingnya keteladanan dalam menciptakan budaya kerja yang sehat dan ramah lingkungan.

Pemerintah Provinsi Sultra sebenarnya telah menyiapkan sejumlah alternatif, seperti layanan bus jemputan dengan sistem titik kumpul bagi ASN yang tidak memiliki sepeda atau tinggal jauh dari kantor.

Mobil Pickup Hangus Terbakar Usai Kecelakaan Tunggal di Samaturu Kolaka

Namun, rendahnya tingkat kepatuhan ASN menjadi tantangan besar. Banyak pegawai tetap memilih membawa kendaraan pribadi dan memarkirkannya di luar area kantor untuk menghindari aturan.

Situasi ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah. Tanpa pengawasan yang tegas dan komitmen bersama, program “Kamis Bersepeda” berpotensi kehilangan makna dan hanya menjadi slogan tanpa implementasi nyata.

Editor: Redaksi | Laporan: Sul

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement