FAKTAINDONESIA.NET, MUNA BARAT – Aksi premanisme melibatkan oknum pejabat desa, yakni Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara (Sultra), inisial DR, dilaporkan ke polisi.
DR diduga nekat melakukan aksi “koboi” dengan mengancam dan menganiaya seorang warga bernama Ajidin (44).
Peristiwa ini terjadi di tepi Jalan Raya Desa Lakalamba, Kecamatan Sawerigadi, Mubar, Selasa (9/6/2026) sekira 19.00 Wita.
Kapolsek Sawerigadi, Ipda Yusran, membenarkan laporan terkait insiden berdarah tersebut. Pihaknya menegaskan bahwa kasus ini sedang ditangani secara serius dan cepat.
“Saat ini korban masih menjalani pemeriksaan di kantor kepolisian,” ujar Ipda Yusran saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Rabu (10/6/2026).
Berdasarkan data yang dihimpun pihak kepolisian, insiden bermula saat korban, Ajidin, sedang berdiri santai di tepi jalan raya.
Suasana tenang seketika berubah tegang saat DR tiba-tiba datang mengendarai mobil pikap berwarna putih dan langsung menghadang korban.
Situasi memanas dalam hitungan detik. DR turun dari kendaraannya, lalu berjalan ke bak belakang mobil untuk mengambil sebilah parang.
Tanpa basa-basi, oknum pejabat desa tersebut langsung berlari dan mengayunkan senjata tajamnya ke arah korban.
Beruntung, Ajidin memiliki refleks yang cepat. Ia berhasil menghindar dari sabetan parang yang bisa saja berakibat fatal.
Sadar nyawanya terancam, korban langsung mengambil tindakan nekat demi bertahan hidup.
Ajidin langsung menerjang dan memeluk tubuh pelaku dengan erat agar DR tidak bisa lagi mengayunkan parangnya.
Akibat aksi saling piting tersebut, keduanya ambruk dan terjatuh ke aspal.
Namun, meski senjatanya sudah tak berkutik, DR yang sudah gelap mata tetap meluapkan emosinya. Ia menghujani wajah korban dengan pukulan mentah berkali-kali.
“Pelaku memukul bagian wajah secara berulang hingga menimbulkan luka fisik,” jelas Ipda Yusran.
Akibat amukan tersebut, Ajidin mengalami luka memar serius, pembengkakan parah, serta luka gores di area wajahnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Polsek Sawerigadi masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap motif di balik aksi nekat oknum Ketua BPD tersebut.
Selain memeriksa korban, polisi juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi mata yang berada di lokasi kejadian guna mengumpulkan bukti-bukti yang lengkap. (*)
Editor: Redaksi | Laporan: Wan





Comment