SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berita Sultra

Penerima Beasiswa Sultra Cerdas Minta Kejelasan, Khawatir Isu Penundaan Ganggu Masa Studi

Valeyha Merve Aqliyah, mahasiswi asal Sultra yang kini tengah menempuh pendidikan pada Program Studi Psikologi Universitas Sampoerna angkatan 2025.

FAKTAINDONESIA.NET, KENDARI – Program investasi kemanusiaan sektor pendidikan tinggi yang menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra), Beasiswa Sultra Cerdas,

kini tengah diterpa isu penundaan. Desas-desus mengenai ketidakjelasan pencairan dan keberlanjutan beasiswa ini seketika memicu kegelisahan dan kekhawatiran mendalam di kalangan mahasiswa penerima manfaat.

Salah satu desakan dan suara keprihatinan muncul secara terbuka dari Valeyha Merve Aqliyah, mahasiswi asal Sultra yang kini tengah menempuh pendidikan pada Program Studi Psikologi Universitas Sampoerna angkatan 2025.

Valeyha mengaku sangat terkejut dan terpukul setelah mengetahui bergulirnya informasi mengenai kemungkinan penundaan program beasiswa daerah tersebut. Padahal, bantuan dana pendidikan ini merupakan tumpuan dan harapan besar bagi generasi muda berprestasi di Sulawesi Tenggara agar dapat menuntaskan masa studinya di bangku kuliah tanpa terkendala biaya.

Mahasiswi Psikologi ini menyatakan rasa syukur serta kebanggaan tersendiri atas amanah yang diberikan untuk membawa nama baik daerah, namun di sisi lain dirinya tidak bisa menyembunyikan rasa cemas karena ketidakpastian informasi ini berpotensi merusak perencanaan studi serta masa depannya.

Rasmin Jaya: Mahasiswa Sultra Bisa Jadi Lokomotif Pergerakan Respon Krisis Multidimensi

Guna meredam polemik yang kian menggelinding di ruang publik, Valeyha memohon dengan segala kerendahan hati kepada Gubernur Sulawesi Tenggara beserta instansi terkait untuk segera memberikan penjelasan resmi mengenai arah kebijakan Beasiswa Sultra Cerdas.

Para mahasiswa penerima manfaat sangat membutuhkan kepastian hukum dan finansial agar fokus belajar mereka tidak terpecah oleh isu-isu yang berkembang. Di samping meminta klarifikasi langsung dari kepala daerah, perwakilan mahasiswa juga menyatakan kesiapan mereka untuk membuka ruang diskusi atau menghadiri sesi audiensi resmi yang difasilitasi oleh jajaran Pemprov Sultra demi mendapatkan solusi terbaik.

Lebih lanjut, Valeyha menegaskan bahwa komitmen moral para penerima beasiswa tidak pernah luntur, di mana dirinya dan rekan-rekan mahasiswa lain bertekad penuh untuk kembali ke bumi Anoa pasca-kelulusan guna mengabdikan ilmu psikologi serta keahlian yang didapatkan demi kemajuan masyarakat Sultra.

Hingga rilis berita ini diterbitkan dan diunggah ke permukaan, belum ada keterangan resmi ataupun siaran pers yang dikeluarkan oleh pihak Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara mengenai kepastian yuridis maupun alasan logis di balik mencuatnya isu penundaan program strategis pencetak sumber daya manusia (SDM) unggul ini.

Editor: Redaksi | Laporan: Sul

Suami Wali Kota Kendari Resmi Jadi Tersangka Dugaan KDRT, Adriatma Dwi Putra Tak Penuhi Panggilan Polisi

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement