FAKTA INDONESIA, KENDARI – PT Pertamina Patra Niaga resmi memberlakukan penyesuaian harga terbaru untuk sejumlah komoditas Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi per hari ini, Rabu (10/6/2026). Kenaikan paling signifikan terjadi pada jenis Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95, sementara harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar dipastikan tetap tidak berubah.
Merujuk pada rilis resmi dan pengumuman tertulis di laman Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 tentang formulasi harga BBM, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga menyatakan bahwa evaluasi berkala ini dilakukan guna menyesuaikan tren harga minyak mentah dunia (ICP) serta pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam beberapa waktu terakhir.
“Penyesuaian harga komoditas BBM non-subsidi ini mengacu pada regulasi yang berlaku. Namun, kami tetap memastikan harga yang ditetapkan tetap kompetitif bagi masyarakat,” ungkap manajemen Pertamina Patra Niaga melalui saluran komunikasi resmi korporat.
Selisih Harga Subsidi dan Non-Subsidi Kian Melebar
Berdasarkan data harga resmi yang dirilis pada laman mypertamina.id, untuk wilayah Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) serta Jabodetabek, harga Pertamax yang sebelumnya berada di kisaran Rp 12.300 kini melonjak tajam menjadi Rp 16.250 per liter. Adapun untuk wilayah Sulawesi, termasuk Sulawesi Tenggara (Sultra), harga Pertamax dipatok sedikit lebih tinggi yaitu Rp 16.650 per liter karena adanya penyesuaian komponen Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) daerah sebesar 7,5% hingga 10%.
Lonjakan harga ini membuat selisih (gap) antara BBM subsidi Pertalite (Rp 10.000) dan Pertamax kini melebar hingga lebih dari Rp 6.000 per liter. Kondisi ini diprediksi sejumlah pengamat ekonomi akan memicu terjadinya migrasi atau pergeseran pola konsumsi masyarakat, dari yang semula menggunakan BBM nonsubsidi kembali beralih ke BBM subsidi.

Update Harga BBM Pertamina 10 Juni 2026
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina per 10 Juni 2026
Berikut adalah rincian perbandingan harga BBM terbaru antara Wilayah Jawa-Bali dan Wilayah Sulawesi:
1. Wilayah Jawa, Madura, dan Bali (Jamali)
-
Pertalite (RON 90): Rp 10.000 per liter (Tetap)
-
Biosolar: Rp 6.800 per liter (Tetap)
-
Pertamax (RON 92): Rp 16.250 per liter (Naik)
-
Pertamax Green 95: Rp 17.000 per liter (Naik)
-
Pertamax Turbo (RON 98): Rp 20.750 per liter (Tetap)
-
Dexlite: Rp 23.000 per liter (Tetap)
-
Pertamina Dex: Rp 24.800 per liter (Tetap)
2. Wilayah Sulawesi (Termasuk Sulawesi Tenggara)
-
Pertalite (RON 90): Rp 10.000 per liter (Tetap)
-
Biosolar: Rp 6.800 per liter (Tetap)
-
Pertamax (RON 92): Rp 16.650 per liter (Naik)
-
Pertamax Turbo (RON 98): Rp 21.200 per liter (Tetap)
-
Dexlite: Rp 23.500 per liter (Tetap)
-
Pertamina Dex: Rp 25.350 per liter (Tetap)
Pertamina menegaskan bahwa pasokan BBM di seluruh SPBU secara nasional, baik jenis subsidi maupun non-subsidi, berada dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan aktivitas harian masyarakat di tengah penyesuaian harga ini.
Sumber Data Berita:
-
Rilis Resmi Penyesuaian Harga Tarif BBM PT Pertamina Patra Niaga (10 Juni 2026).
-
Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022.
-
Data Live Monitor Tarif SPBU Seluruh Indonesia via Laman Resmi MyPertamina.
Editor: Redaksi | Laporan: KaSep





Comment