FAKTAINDONESIA.NET, KENDARI – Amukan si jago merah kembali melanda permukiman padat penduduk di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Kebakaran hebat melalap kawasan perumahan warga yang terletak di Lorong PDAM, Kelurahan Anggilowu, Kecamatan Mandonga, pada Rabu pagi (10/06/2026).
Peristiwa memilukan tersebut menghanguskan dua unit bangunan rumah semi permanen serta meludeskan sejumlah armada kendaraan dan peralatan mesin milik warga, dengan total kerugian materiil ditaksir menembus angka Rp350 juta.
Kepala Seksi Kerja Sama dan Publikasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Kendari, Martoyo Awaluddin, menyatakan bahwa insiden kebakaran ini terdeteksi pertama kali oleh petugas sekitar pukul 10.17 WITA.

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Kendari bersama relawan REDKAR PDKT saat berjuang menjinakkan kobaran api yang melalap dua rumah semi permanen di Lorong PDAM, Kelurahan Anggilowu, Kecamatan Mandonga, Rabu (10/06/2026) pagi.
Titik api pertama kali bermula dan muncul dari area rumah tinggal milik seorang warga bernama Irwanto. Akibat embusan angin dan material bangunan yang didominasi bahan semi permanen mudah terbakar, kobaran api dengan sangat cepat membesar lalu merambat ke bangunan di sebelahnya milik warga lainnya, Akmal Sinar.
Berdasarkan penuturan sejumlah saksi mata di lapangan, nyala api mula-mula terlihat menjulur dari area pintu samping rumah Irwanto sebelum akhirnya meluas tak terkendali. Melihat situasi yang kian genting dan mengancam keselamatan warga, seorang perempuan bernama Tika bergegas mengambil tindakan taktis dengan menghubungi posko petugas damkar guna meminta pertolongan darurat.
Merespons laporan tersebut, Dinas Damkarmat Kota Kendari langsung menerjunkan sedikitnya empat unit armada mobil pemadam kebakaran ke tempat kejadian perkara (TKP). Proses pemadaman di lapangan juga diperkuat oleh aksi sigap relawan kebakaran REDKAR PDKT (Perserikatan Driver Kendari Tower) bersama masyarakat sekitar yang bahu-membahu menyiramkan air demi mencegah lidah api meluas ke hunian lainnya.
Setelah melakukan perjuangan keras selama lebih dari setengah jam menerobos kepulan asap pekat, petugas akhirnya berhasil menguasai situasi secara penuh. Api baru dapat dinyatakan padam secara total pada pukul 10.50 WITA setelah personel Damkarmat melakukan proses pendinginan (cooling down) secara menyeluruh di area puing-puing bangunan.
Selain menyisakan duka mendalam berupa dua unit rumah yang rata dengan tanah, bencana ini turut meludeskan satu unit mobil pick-up Daihatsu Gran Max, tiga unit sepeda motor, serta tiga unit mesin mobil yang terparkir di sekitar lokasi.
Pihak Damkarmat memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini, namun sebanyak sembilan orang warga kini terpaksa kehilangan tempat tinggal serta harta benda mereka. Korban terdampak mencakup lima anggota keluarga dari Irwanto dan empat anggota keluarga dari Akmal Sinar.
Hingga rilis berita ini diterbitkan, pihak berwenang bersama aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif guna mengungkap penyebab pasti dari kemunculan api. Dinas Damkarmat Kota Kendari mengimbau keras kepada seluruh masyarakat agar lebih waspada, rutin mengecek instalasi listrik berkala, serta memperkuat sinergi tanggap darurat guna meminimalkan risiko kerugian serupa di masa mendatang.
Editor: Redaksi | Laporan: Wan





Comment