FAKTAINDONESIA.NET, KONAWE SELATAN – Dukungan terhadap keberadaan PT TIS di Kabupaten Konawe Selatan terus disuarakan oleh masyarakat yang bermukim di sekitar wilayah operasional perusahaan. Warga Desa Bangun Jaya dan Desa Kalo-Kalo menyatakan dukungannya terhadap pembangunan Terminal Khusus (Tersus) PT TIS yang dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Menurut warga, kehadiran perusahaan tidak hanya berkaitan dengan aktivitas industri, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui penyerapan tenaga kerja dan meningkatnya aktivitas usaha masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas sorotan yang sebelumnya disampaikan oleh Aliansi Rakyat Pemerhati Keadilan (ARPEKA) Sulawesi Tenggara terkait aktivitas PT TIS.
Warga menilai informasi yang beredar tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi di lapangan. Mereka meyakini pembangunan Terminal Khusus PT TIS telah berjalan sesuai ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Perwakilan masyarakat Desa Bangun Jaya, Haslim, menegaskan bahwa pembangunan Terminal Khusus PT TIS memiliki dasar hukum yang jelas dan tidak melanggar regulasi.
“Kami menyatakan bahwa Terminal Khusus PT TIS telah sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang mengatur tentang Terminal Khusus di wilayah Desa Bangun Jaya. Tidak ada aturan yang dilanggar,” ujarnya, Selasa (30/6/2026).
Menurut Haslim, kehadiran perusahaan telah membuka kesempatan kerja bagi masyarakat setempat serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar. Dampak tersebut, kata dia, dirasakan oleh berbagai kalangan, mulai dari tenaga kerja lokal, pelaku usaha kecil, hingga masyarakat pesisir.
Bagi masyarakat lingkar tambang, keberadaan investasi di daerah diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus mempercepat pembangunan wilayah.
Selain menyampaikan dukungan, warga juga mengaku keberatan terhadap narasi yang dinilai terlalu cepat menyimpulkan telah terjadi persoalan lingkungan tanpa didukung fakta yang jelas.
Masyarakat berharap setiap kritik terhadap aktivitas perusahaan disampaikan secara objektif berdasarkan data, hasil kajian, dan mekanisme yang berlaku, sehingga tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Kami menolak pihak-pihak yang datang membawa opini seolah telah terjadi kejahatan lingkungan. Jangan sampai masyarakat dibuat takut dengan informasi yang belum tentu sesuai kenyataan,” kata salah seorang warga.
Warga juga menegaskan bahwa mereka tidak menginginkan perbedaan pandangan berkembang menjadi konflik di tengah masyarakat. Mereka berharap hubungan antara perusahaan dan masyarakat tetap terjalin harmonis melalui komunikasi yang terbuka dan saling menghormati.
Menurut mereka, investasi yang masuk ke daerah semestinya mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik melalui penyediaan lapangan pekerjaan maupun dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.
Masyarakat juga meminta aparat penegak hukum turut menjaga situasi keamanan dan ketertiban agar tidak muncul gesekan akibat berkembangnya berbagai isu di tengah masyarakat.
“Kami ingin pembangunan berjalan, masyarakat mendapatkan manfaat, dan suasana di daerah tetap aman serta kondusif,” tutup warga.
Dukungan masyarakat lingkar tambang terhadap PT TIS menunjukkan adanya harapan agar investasi yang masuk ke daerah dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, pembangunan wilayah, serta tetap memperhatikan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.
Editor: Redaksi | Laporan : Wan





Comment