FAKTAINDONESIA.NET, WOLO — Forum Group Discussion (FGD) bertajuk “Kajian Transformasi Sosial Ekologi dari Kebijakan Pertambangan Nikel di Kecamatan Wolo” digelar di Aula Pertemuan Kantor Camat Wolo, Kamis, 16 Juli 2026, pukul 19.00 WITA.
Kegiatan yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Kendari melalui Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ini merupakan bagian dari penelitian akademik yang membahas dampak kebijakan pertambangan nikel terhadap perubahan sosial dan ekologi di Kecamatan Wolo.
Hasil penelitian tersebut rencananya akan dipublikasikan dalam jurnal internasional.
Dalam forum itu, Syamsuriadi menilai kehadiran PT Ceria Nugraha Indotama telah memberi kontribusi positif bagi transformasi sosial ekonomi masyarakat Wolo.
Menurut dia, kontribusi perusahaan terlihat di sejumlah sektor, mulai dari penguatan ekonomi masyarakat, terbukanya lapangan kerja bagi tenaga kerja lokal, dukungan terhadap pendidikan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pembangunan infrastruktur.
“Kalau kita bicara transformasi sosial ekologi di Wolo, kita harus melihat perubahannya secara utuh. Kehadiran PT Ceria bukan hanya soal aktivitas pertambangan, tetapi juga bagaimana industri ini memberi dampak pada pertumbuhan ekonomi, kesempatan kerja, pendidikan, dan pembangunan di daerah ini,” ujar Syamsuriadi.
Ia menambahkan, keberadaan industri juga telah membuka ruang ekonomi baru bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal. Perputaran ekonomi yang tumbuh, keterlibatan tenaga kerja lokal, serta dukungan terhadap berbagai program peningkatan kapasitas masyarakat, menurutnya, merupakan bagian dari perubahan sosial yang perlu dicatat secara objektif dalam kajian akademik.
“PT Ceria layak diapresiasi karena telah berkontribusi di banyak sektor. Tentu setiap perusahaan tetap harus terbuka terhadap evaluasi dan pengawasan, tetapi kontribusi positif yang nyata juga perlu disampaikan secara jujur dan objektif,” katanya.
Syamsuriadi juga menilai FGD yang digelar Universitas Muhammadiyah Kendari ini penting karena menghadirkan ruang akademik untuk melihat keberadaan industri secara lebih komprehensif.
“Bagi kami, pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari nilai investasi. Yang lebih penting adalah bagaimana kehadiran industri bisa memberi manfaat bagi masyarakat, membuka lapangan kerja, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, menggerakkan ekonomi lokal, dan mendorong pembangunan yang berkelanjutan,” tutupnya.
Editor : Redaksi | Laporan : Sul





Comment