FAKTAINDONESIA.NET, KENDARI — Pemerintah, perguruan tinggi, organisasi, komunitas lingkungan, dan masyarakat melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Gerakan Bersih untuk Indonesia Asri” di kawasan pesisir Kelurahan Bungkutoko, Kota Kendari, Jumat (24/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026.

Peragaan teknis pembuatan cairan serbaguna eco-enzyme memanfaatkan limbah sisa buah dan sayuran rumah tangga di hadapan masyarakat pesisir Bungkutoko.
Kegiatan ini terlaksana atas kerja sama Pemerintah Kelurahan Bungkutoko, Komunitas Sahabat Bumi, Jurusan Ilmu Lingkungan Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan Universitas Halu Oleo (FHIL UHO), Waste Management Naturevolution Indonesia, Kanopi Wallacea, serta berbagai komunitas lainnya. Kolaborasi tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan dan kelestarian kawasan pesisir.

Antusiasme warga dan relawan pemuda saat menyisir material sampah plastik di sepanjang garis pantai perairan Kendari.
Mengusung semangat “Bersih Lingkunganku, Sehat Negeriku, Masa Depanku”, kegiatan diwujudkan melalui aksi bersama membersihkan kawasan pesisir dari berbagai jenis sampah. Para peserta menyisir area kegiatan, mengumpulkan sampah, serta memilahnya berdasarkan jenis agar dapat ditangani dengan tepat.
Selain aksi bersih pesisir, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan edukasi pengolahan sampah organik menjadi eco-enzyme. Peserta mendapatkan penjelasan mengenai cara memanfaatkan sisa buah dan sayuran melalui proses fermentasi menjadi cairan serbaguna yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa sampah organik masih memiliki nilai guna apabila dikelola dengan benar.

Antusiasme warga dan relawan pemuda saat menyisir material sampah plastik di sepanjang garis pantai perairan Kendari.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat didorong untuk mulai memilah sampah sejak dari rumah dan mengolah sampah organik secara mandiri. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir sekaligus membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.
Aksi ini juga menjadi sarana edukasi dan kampanye untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap persoalan sampah, khususnya sampah yang mencemari wilayah pesisir dan berpotensi masuk ke laut. Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat mengganggu kebersihan lingkungan, mengancam kesehatan masyarakat, serta memberikan dampak buruk terhadap ekosistem pesisir dan kehidupan biota laut.

Keterlibatan berbagai pihak menunjukkan bahwa penanganan sampah membutuhkan kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan. Pemerintah, perguruan tinggi, organisasi lingkungan, komunitas, dan masyarakat memiliki peran penting dalam membangun budaya hidup bersih sekaligus mewujudkan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.
Melalui Gerakan Bersih untuk Indonesia Asri, seluruh pihak berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai aksi seremonial, tetapi dapat mendorong perubahan perilaku dan berkembang menjadi gerakan berkelanjutan di tengah masyarakat.
Dengan semangat “Kurangi Sampah, Pilah Sampah, Jaga Lingkungan, dan Bangun Masa Depan”, kegiatan ini membawa pesan bahwa aksi sederhana yang dilakukan secara bersama-sama dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan. Kolaborasi ini diharapkan mampu mewujudkan pesisir yang bersih, alam yang lestari, dan Indonesia yang asri.
Editor : Redaksi





Comment