FAKTAINDONESIA.NET, SOMBORI — Marine and Coastal Program Naturevolution Indonesia bersama peserta EcoVolunteer yang terdiri atas relawan mancanegara, masyarakat Kepulauan Sombori, serta akademisi Jurusan Teknik Kelautan, Fakultas Teknik, Universitas Halu Oleo (UHO), melaksanakan kegiatan restorasi terumbu karang dan penanganan wabah bintang laut berduri atau Crown-of-Thorns Starfish (CoTS) di perairan Kepulauan Sombori.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kolaboratif untuk melindungi dan memulihkan ekosistem terumbu karang sebagai salah satu kekayaan hayati penting di Kepulauan Sombori. Kolaborasi antara organisasi konservasi, relawan mancanegara, masyarakat lokal, dan akademisi diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan konservasi berbasis ilmu pengetahuan sekaligus melibatkan masyarakat secara langsung.

Rangkaian kegiatan meliputi pengamatan kondisi ekosistem, restorasi terumbu karang pada area yang mengalami kerusakan, serta pengendalian CoTS yang ditemukan dalam jumlah berlebih. Seluruh kegiatan dilaksanakan secara terarah dengan memperhatikan keselamatan penyelam dan prinsip perlindungan ekosistem laut.
Dalam kegiatan restorasi, tim menerapkan teknik transplantasi karang menggunakan metode Vertical Artificial Reef (VAR). Metode ini memanfaatkan struktur restorasi vertikal sebagai media untuk menempatkan fragmen karang. Penggunaan VAR diharapkan dapat membantu menstabilkan fragmen, mengoptimalkan ruang pertumbuhan, dan mendukung proses pemulihan karang pada lokasi yang telah ditentukan.

Fragmen karang yang ditransplantasikan selanjutnya memerlukan pemantauan dan perawatan secara berkala. Pemantauan dilakukan untuk menilai tingkat kelangsungan hidup, pertumbuhan, kondisi kesehatan, serta kemampuan karang beradaptasi dengan lingkungan perairan di sekitar lokasi restorasi.
Bintang laut berduri merupakan salah satu pemangsa alami karang. Namun, ketika populasinya meningkat secara tidak terkendali, organisme ini dapat mengonsumsi jaringan karang hidup dalam jumlah besar dan mempercepat penurunan tutupan karang. Penanganan wabah CoTS dilakukan untuk mengurangi tekanan terhadap karang sekaligus memberikan kesempatan bagi ekosistem yang terdampak untuk pulih.

Pengendalian CoTS dilakukan menggunakan metode injeksi larutan cuka. Larutan tersebut disuntikkan secara langsung pada individu CoTS oleh personel yang telah mendapatkan pengarahan mengenai teknik penanganan, keselamatan penyelaman, dan pencegahan kontak dengan durinya. Pelaksanaannya dilakukan secara terkendali untuk meminimalkan gangguan terhadap karang dan organisme laut lain di sekitarnya.
Kombinasi transplantasi karang dengan metode VAR dan pengendalian CoTS melalui injeksi larutan cuka menjadi bagian dari pendekatan terpadu Marine and Coastal Program Naturevolution Indonesia. Upaya ini tidak hanya diarahkan untuk memulihkan area terumbu karang yang mengalami kerusakan, tetapi juga mengurangi tekanan biologis yang dapat menghambat proses pemulihannya.
Terumbu karang yang sehat memiliki peran penting sebagai habitat berbagai jenis biota laut, pelindung alami kawasan pesisir, penopang sumber daya perikanan, serta bagian dari daya tarik wisata bahari Kepulauan Sombori. Karena itu, kegiatan restorasi perlu disertai pengendalian ancaman dan pemantauan ekosistem secara berkelanjutan.
Keterlibatan masyarakat Kepulauan Sombori menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Pengetahuan masyarakat mengenai kondisi perairan setempat turut mendukung pelaksanaan kegiatan sekaligus memperkuat rasa memiliki dan tanggung jawab bersama terhadap kelestarian sumber daya laut. Partisipasi masyarakat juga diharapkan dapat mendorong terbentuknya upaya perlindungan terumbu karang yang berkelanjutan di tingkat lokal.

Sementara itu, akademisi Jurusan Teknik Kelautan, Fakultas Teknik, Universitas Halu Oleo memberikan dukungan keilmuan dalam pelaksanaan kegiatan, terutama pada pengamatan kondisi perairan, restorasi, serta evaluasi terhadap upaya perlindungan ekosistem terumbu karang.
Keterlibatan relawan mancanegara melalui program EcoVolunteer tidak hanya memberikan dukungan langsung terhadap aksi konservasi, tetapi juga menjadi wadah pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan kepedulian terhadap lingkungan laut. Para relawan memperoleh pembelajaran lapangan mengenai kondisi terumbu karang, berbagai ancaman yang dihadapi, metode restorasi, serta tindakan yang dapat dilakukan untuk menjaga keberlanjutannya.

Melalui Marine and Coastal Program, Naturevolution Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung pelestarian ekosistem pesisir dan laut melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan, aksi konservasi langsung, peningkatan kapasitas relawan, serta kerja sama dengan masyarakat, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan.

Kegiatan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan ketahanan ekosistem terumbu karang Sombori, mengurangi tekanan akibat wabah bintang laut berduri, dan menumbuhkan kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga laut. Dengan kolaborasi dan tindakan yang berkelanjutan, terumbu karang Kepulauan Sombori diharapkan tetap lestari serta mampu memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat dan generasi mendatang.
Editor : Redaksi





Comment