FAKTAINDONESIA.NET | Kendari, — Kebakaran hebat menghanguskan sebuah rumah tinggal yang juga difungsikan sebagai indekos di Lorong Laute 5, Kelurahan Tobuuha, Kecamatan Puwatu, Kota Kendari, Senin (3/8/2026) siang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun bangunan mengalami kerusakan berat dan delapan penghuni kos ikut terdampak.
Humas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Kendari, Martoyo Awaluddin, mengatakan laporan kebakaran pertama kali diterima dari seorang warga bernama Lidia pada pukul 11.20 WITA. Sebelumnya, kobaran api telah terlihat membesar sekitar pukul 11.18 WITA.
“Menerima laporan darurat tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Kendari bergerak cepat. Hanya dalam waktu lima menit, tim pemadam tiba di lokasi kejadian pada pukul 11.23 WITA dengan mengerahkan lima unit armada tempur, termasuk gabungan dari Mako Utama dan Pos Boulevard, yakni Unit 13, 15, 11, 014, serta Tim Rescue,” ujar Martoyo.
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan upaya pemadaman terhadap api yang terus membakar bangunan. Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan dan menyisir seluruh area untuk memastikan tidak ada titik api yang masih berpotensi memicu kebakaran susulan.
Martoyo menambahkan, bangunan yang terbakar merupakan milik Sahrul Gunawan. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut menyebabkan kerusakan berat pada bangunan dan berdampak terhadap delapan penghuni indekos.
“Hingga saat ini tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Namun bangunan mengalami kerusakan berat dan terdapat delapan penghuni kos yang terdampak akibat insiden tersebut,” katanya.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.
Damkarmat Kota Kendari mengimbau masyarakat agar rutin memeriksa instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha guna mengantisipasi potensi korsleting yang dapat memicu kebakaran. Selain itu, koordinasi antara Damkar, PLN, kepolisian, dan masyarakat juga dinilai penting agar penanganan keadaan darurat dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terpadu.
Editor: Redaksi | Laporan: Wan





Comment