SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berita Sultra

Buaya Terjerat Jaring Ikan di Tondonggeu Kendari Berhasil Dievakuasi Tim DamkarMat Kendari

Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DamkarMat) Kota Kendari mengevakuasi seekor buaya yang terjerat jaring ikan milik warga di Kelurahan Tondonggeu, Kecamatan Abeli, Kota Kendari. (Redaksi)

FAKTAINDONESIA.NET | Kendari  — Seekor buaya yang terjerat jaring ikan (sero) milik warga menghebohkan kawasan permukiman di Kelurahan Tondonggeu, Kecamatan Abeli, Kota Kendari. Satwa liar tersebut akhirnya berhasil dievakuasi oleh Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DamkarMat) Kota Kendari.

Humas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Kendari, Martoyo Awaluddin, mengatakan peristiwa itu bermula saat seorang warga bernama Dedhy Aditya menemukan buaya terperangkap di jaring ikan yang berada di sekitar kawasan permukiman. Menyadari potensi bahaya, warga kemudian melaporkan kejadian tersebut melalui layanan WhatsApp darurat DamkarMat Kota Kendari.

“Menerima laporan tersebut, tim yang dipimpin oleh Danton Muslim dan Danru Penyelamatan Peleton 1, Muh. Sumarjan, langsung bergerak menuju lokasi dengan menempuh jarak sekitar 35 kilometer,” ujar Martoyo.

Sesampainya di lokasi, Tim Rescue mendapati buaya tersebut telah lebih dahulu diamankan oleh warga secara bergotong royong. Petugas kemudian mengambil alih penanganan dengan melakukan pemeriksaan kondisi satwa sekaligus memastikan situasi di sekitar permukiman tetap aman bagi masyarakat.

“Proses evakuasi berjalan lancar tanpa kendala berarti. Saat ini buaya tersebut telah diamankan di Mako DamkarMat Kota Kendari untuk penanganan lebih lanjut serta koordinasi dengan instansi terkait,” jelasnya.

Rumah dan Indekos di Tobuuha Kendari Hangus Dilalap Si Jago Merah, Delapan Penghuni Kos Terdampak

DamkarMat Kota Kendari mengimbau masyarakat agar tidak melakukan penanganan sendiri apabila menemukan satwa liar berbahaya di sekitar lingkungan permukiman. Warga diminta segera melaporkan kepada petugas berwenang agar proses evakuasi dapat dilakukan dengan aman dan meminimalkan risiko terhadap keselamatan masyarakat maupun satwa yang dilindungi.

Editor: Redaksi | Laporan: Wan

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement