SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkini

Tim Dosen UHO Kembangkan Produksi VCO Inovatif di Bombana melalui Pemanfaatan Ragi Tempe dan Ekstrak Bromelin Nanas

FAKTAINDONESIA.NET – Tim dosen Universitas Halu Oleo (UHO) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Peningkatan Kompetensi dan Kelembagaan IKM Kelapa Terpadu di Kabupaten Bombana melalui Produksi Virgin Coconut Oil (VCO) dengan Ragi Tempe dan Ekstrak Bromelin Nanas.”

Kegiatan ini berlangsung di UMKM Usaha VCO Nikmah, Desa La Ea, Kecamatan Poleang Selatan, Kabupaten Bombana, dan diikuti oleh 30 pelaku IKM kelapa setempat.

Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan teknis, inovasi produk, serta daya saing IKM kelapa melalui penerapan teknologi lokal, pelatihan pengemasan, dan strategi pemasaran digital.

Tim pelaksana kegiatan terdiri atas Baihaqi, S.TP., M.Si sebagai ketua, serta Muhammad Iqbal Kusumubaka Rianse, S.TP., M.Sc dan Asrul, S.Kom., MM sebagai anggota.

Dalam paparannya, Baihaqi menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan berbasis sumber daya lokal, yaitu pemanfaatan ragi tempe dan enzim bromelin dari nanas untuk mempercepat proses pemisahan minyak dari santan.

Fkpmi Sultra Desak Gakkum Kementerian Esdm Ri Dan Kejaksaan Agung Ri Menindak Tegas Dugaan Pelanggaran Oleh Kontraktor Pt Autar Putra Mandiri Di Wilayah Iup Pt Sambas Minerals Mining

“Melalui inovasi ini, dihasilkan VCO yang lebih jernih, stabil, dan beraroma alami. Pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi dan nilai tambah bagi pelaku IKM kelapa di Bombana,” ujarnya, pada Selasa (7/10/2025).

Pada sesi praktik, peserta dilatih langsung tahapan proses pembuatan VCO, mulai dari pemilihan bahan baku, pemarutan, pemerasan, penyesuaian pH, inokulasi ragi, penambahan ekstrak bromelin, hingga filtrasi higienis.

Muhammad Iqbal menekankan pentingnya pengendalian suhu, pH, dan waktu inkubasi untuk menjaga konsistensi mutu produk.

Sementara itu, Asrul memberikan materi tentang aspek merek, desain kemasan, serta strategi pemasaran melalui kanal digital.

Selain pelatihan proses produksi, peserta juga dibekali materi tentang pengemasan produk menggunakan wadah food grade, pelabelan sesuai standar (komposisi, berat bersih, tanggal produksi dan kedaluwarsa, identitas produsen, dan nomor batch), serta pelatihan optimalisasi WhatsApp Business dan e-commerce.

Dikerumuni Semut dan Lemas, Bayi Perempuan Ditemukan Selamat di Eks Kantor Diknas Kapontori Buton

Kegiatan ini merupakan bagian dari program hibah Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) tahun anggaran 2025 melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM) dengan fokus pada bidang Pangan, Hilirisasi, dan Industrialisasi.

Sebagai tindak lanjut, tim UHO akan menyiapkan klinik mutu berkala, penyempurnaan label produk, pendampingan distribusi, serta menjalin kemitraan dengan jaringan ritel lokal agar produksi VCO di Bombana berkelanjutan, bernilai tambah, dan memiliki daya saing di pasar regional.(*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement