FAKTAINDONESIA.NET – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali melakukan perombakan jajaran pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Sultra pada awal tahun 2026.
Mutasi dan rotasi tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur Sultra Nomor 100.3.3.1/3 Tahun 2026.
Dalam keputusan tersebut, sejumlah pejabat strategis mengalami pergeseran jabatan, mulai dari kepala biro, kepala dinas, hingga direktur rumah sakit daerah. Perombakan ini disebut sebagai bagian dari penyegaran organisasi guna meningkatkan efektivitas kinerja pemerintahan daerah.
Adapun pejabat yang mengalami rotasi jabatan antara lain:
• Haris Ranto sebagai Kepala Biro Administrasi Pimpinan
• Mukhtar sebagai Kepala Biro Umum
• Mahadir Muhammad sebagai Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa
• Umikun Latifah sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah
• Ardiansyah sebagai Kepala Dinas Kehutanan
• dr. Andi Edy Surahmat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sultra
• dr. H. Sukirman sebagai Direktur RSUD Bahteramas
• Dra. Yuni Nurmalawati sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
• Mujahidin sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan
• Dr. Ir. H. Pahri Yamsul sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat
• Parinringi sebagai Kepala Dinas Sosial
• Muhammad Nur Jaya sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP
• Dr. Ir. Martin Effendi Patulak sebagai Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan
• Dr. Drs. Rony Yakob sebagai Asisten Administrasi Umum
• Dr. Ir. Sukanto sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan
• H. Belli HT sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia
• Dr. M. Ridwan Badallah sebagai Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sultra
Selain rotasi jabatan, dalam keputusan tersebut juga tercatat satu pejabat yang mengundurkan diri, yakni La Haruna, SP., M.Si, dari jabatannya sebagai Asisten Administrasi Umum Setda Sultra.
Dalam sambutannya, Gubernur Andi Sumangerukka mengingatkan para pejabat yang dilantik agar bekerja dengan tulus, profesional, dan tidak merasa khawatir dalam menjalankan amanah jabatan.
“Kalau Anda bekerja dengan baik, tidak usah khawatir. Alam yang akan menyeleksi Anda. Ini adalah tangan-tangan Mahakuasa yang menunjuk Anda menjadi pejabat. Bukan saya, tetapi melalui tangan saya,” kata Andi Sumangerukka dalam sambutannya.
Ia menegaskan bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan, tidak hanya kepada pimpinan daerah, tetapi juga kepada Tuhan dan masyarakat Sulawesi Tenggara.(*)
Editor : Redaksi





Comment