SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkini

Janji Pemkab Konawe Tak Kunjung Ditepati, Demo IPPMIK Kendari Berujung Pemukulan Massa Aksi

FAKTAINDONESIA.NET – Aksi unjuk rasa yang digelar Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Konawe–Kendari (IPPMIK Kendari) di Kantor Bupati Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), berujung ricuh.

Diketahui, sejumlah massa aksi diduga mengalami tindak kekerasan yang dilakukan oleh oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Konawe.

Ketua Umum IPPMIK Kendari, Rabil, membenarkan adanya pemukulan terhadap massa aksi, Ia menilai tindakan tersebut di luar dari fungsi dan tugas Satpol PP.

“Betul sesuai apa yang kami lihat, itu sifatnya sudah di luar fungsi Satpol PP itu sendiri,” katanya, pada Selasa (9/9/2025).

Meski begitu, ia mengaku pihaknya belum dapat memastikan siapa pelaku pemukulan lantaran situasi di lapangan berlangsung ricuh.

PT Cinta Jaya Jadi Contoh Kemitraan Lokal di Konut, Ferdin Dorong IUP Lain Terapkan Kepmen 365

“Tapi untuk soal siapa yang memukul, kami belum bisa pastikan. Kami juga tidak mampu membedakan tangan siapa yang sampai ke badan atau wajah massa aksi,” tambahnya.

Ia menjelaskan, aksi tersebut dilakukan untuk menagih janji Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe kepada mahasiswa asal Konawe yang berada di Kendari, yang janjinya sejak tahun 2019.

Namun, hingga aksi berakhir pada pukul 17.00 Wita, Bupati Konawe tidak menemui massa.

“Pak Bupati tidak pernah bertemu dengan teman-teman IPPMIK, padahal kami sudah aksi mulai dari jam 1 siang sampai jam 5 sore,” tegasnya.

Menurutnya, Pemkab Konawe tidak memberikan solusi, bahkan terkesan menghindar.

Diduga Hendak Gasak Solar di Pelabuhan Jetty Morosi Konawe, Aksi Sekelompok OTK Terekam Kamera

“Tidak ada solusi dari Pemda, masih sembunyi,” ungkapnya.

Atas dugaan kekerasan tersebut, IPPMIK berencana mengumpulkan bukti sebelum melaporkan kejadian ini ke Polda Sultra.

“Kami akan coba mendalami dan mengumpulkan bukti-bukti terlebih dahulu. Kalau terbukti ada oknum Satpol PP yang sengaja melakukan kekerasan, insya Allah kami akan melaporkan ke Polda Sultra,” pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang massa aksi, Abdan mengaku menjadi korban pemukulan dan penarikan oleh Satpol PP saat hendak masuk ke Kantor Bupati Konawe.

“Saya dipukul sama Satpol PP, baju saya ditarik, saya tidak terima. Padahal saya hanya mau masuk ke dalam,” ungkapnya.

Unsultra Sambut Mahasiswa Penerima Beasiswa BPDP Sawit 2026, Siapkan SDM Profesional Bidang Agribisnis

Ia menambahkan, akibat tarikan tersebut dirinya sempat terjatuh di tangga.

“Kerah bajuku ditarik dan saya jatuh di tangga,” katanya.

Korban mengaku mengetahui identitas salah satu oknum pelaku dan telah mengantongi beberapa bukti.

“Saya tahu orangnya, tahu jabatannya, dan ada juga bukti,” tutupnya.

Hingga Berita ini Ditayangkan, Faktaindonesia.net Masi berupaya melakukan Konfirmasi kepada pihak terkait.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement