FAKTAINDONESIA.NET – KENDARI – Gelaran internasional United Cities and Local Governments Asia-Pacific (UCLG ASPAC) 2026 di Kota Kendari yang seharusnya menjadi kebanggaan, justru menyisakan kekecewaan mendalam bagi masyarakat setempat.
Pasalnya, acara Gala Dinner dan Resepsi Budaya yang digelar di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Papalimba Puday pada Jumat (8/5/2026) malam, menutup akses bagi warga umum meskipun mengusung narasi “Pesta Rakyat”.
Puluhan warga yang memadati kawasan Kelurahan Lapulu terpaksa hanya bisa menonton kemeriahan acara dari balik pagar pembatas.
Ketegangan sempat pecah saat petugas keamanan tetap melarang masyarakat masuk ke area fasilitas publik tersebut.
“Pesta rakyat, pesta rakyat, tetapi warga tidak diizinkan masuk! Bagaimana ini?” teriak salah seorang warga dalam rekaman video yang diterima redaksi.
Kebijakan Pemerintah Kota Kendari di bawah kepemimpinan Wali Kota Siska Karina Imran kini mendapat sorotan tajam.
Banyak pihak menilai Pemkot kurang peka dalam mengelola acara yang menggunakan ruang publik serta uang rakyat.
Alih-alih menunjukkan wajah kota yang inklusif di hadapan tamu mancanegara, pembatasan ketat ini justru dianggap sebagai ironi yang menyakitkan karena seolah mengasingkan warga dari fasilitas milik mereka sendiri.
Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari panitia penyelenggara maupun Pemerintah Kota Kendari mengenai alasan di balik penutupan akses tersebut.
Masyarakat berharap, agenda internasional di masa depan tidak lagi menjadikan narasi “Pesta Rakyat” sekadar jargon, melainkan benar-benar melibatkan partisipasi masyarakat secara utuh sebagai tuan rumah yang berdaulat di tanahnya sendiri.
Editor: Redaksi | Laporan: Wan



Comment