SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berita Sultra Pemerintah

97 Hektar Lahan Persawahan di Labibia Kota Kendari Bakal Pakai Jaringan Irigasi Air Tanah

Wali Kota Siska Karina saat meninjau potensi persawahan di Kelurahan Labibia, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

FAKTAINDONESIA.NET, KENDARI – Saat ini potensi persawahan di Kelurahan Labibia, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali mendapat perhatian serius.

Lahan seluas 97,4 hektar sebelumnya dialihfungsikan pertanian komoditas lain akibat keterbatasan sumber air.

Kini tengah diproyeksikan dikembalikan ke fungsi asalnya sebagai sawah. Terbaru Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, meninjau lokasi persawahan tersebut, Selasa (28/4/2026).

Hal tersebut menegaskan, kalau selama ini lahan tersebut terpaksa ditanami jagung.

“Selama ini dialihfungsikan dari sawah menjadi tanaman jagung, walaupun sama pertanian ya tetapi komoditas lain,” kata Siska, saat meninjau persawahan di Labibia.

Tertib Ambil Penumpang di Luar Pelabuhan, Driver Maxim di Kendari Diancam Parang di Sekitar Pelabuhan Wawonii

Untuk mengatasi persoalan kekeringan, pemerintah membangun Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT).

Sistem ini memanfaatkan sumber air tanah melalui sumur bor, dilengkapi pompa dan jaringan saluran irigasi.

Program dari Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) dirancang untuk meningkatkan produktivitas pertanian, di wilayah sulit dijangkau irigasi permukaan.

Adanya JIAT, diharapkan swasembada pangan dapat lebih optimal, terutama di ibu kota Provinsi Sultra tersebut.

Siska menyebut Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari. akan menyerahkan JIAT ke Pemerintah Kota Kendari pada Rabu (29/4/2026).

Polres Konawe Gagalkan Pengiriman 420 Tabung LPG Subsidi ke Morowali, Tiga Orang Diamankan

“Kita sudah melihat tadi beberapa jaringan, dan ini merupakan salah satu permasalahan kenapa persawahan ini tidak berjalan seperti harapan kita,” jelasnya.

Pemerintah berencana segera mengoptimalkan penanaman padi di wilayah tersebut.

Penanaman perdana diperkirakan berlangsung sekitar pertengahan Mei 2026.

“Mohon dukungannya, karena di sini kurang lebih ada tujuh kelompok tani yang sudah ada,” ujar Siska.

Siska berharap kebutuhan sarana dan prasarana tujuh kelompok tani di Labibia dapat terpenuhi melalui koordinasi antara pemerintah daerah dan pusat.

Orang Tua Fatriani Sampaikan Permintaan Maaf atas Informasi Dugaan Begal di Konsel yang Meresahkan Warga

Dengan dukungan ini, lahan persawahan Labibia diharapkan kembali produktif dan menjadi salah satu penopang ketahanan pangan di Kendari. (*)

Editor: Redaksi | Laporan: Is

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement