SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berita Sultra

Ironi Tambang Kolaka: TKA China Berdatangan Tiap Hari, Nasib Pekerja Lokal Justru Digantung

Momen kedatangan pekerja asing asal Tiongkok, hendak dipekerjakan di perusahaan pertambangan PT IPIP, Pomalaa, Kolaka.

FAKTAINDONESIA.NET, KOLAKA – Jagat media sosial di Sulawesi Tenggara kembali dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan kedatangan puluhan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China di Kabupaten Kolaka.

Para pekerja asing tersebut dilaporkan akan dipekerjakan di perusahaan pertambangan PT IPIP Pomalaa.

‎Dalam rekaman video yang diterima redaksi , tampak puluhan TKA berjalan beriringan sambil membawa koper mereka menuju area perusahaan setelah mendarat melalui Bandara Tanggetada.

‎Kedatangan gelombang pekerja asing yang masif ini sontak memicu reaksi keras dari warga lokal.

‎Pria dalam video tersebut menyampaikan protes dan kekecewaannya karena merasa dianaktirikan di tanah kelahiran sendiri.

Diduga Pelaku TPKS Oknum Personel Polres Bombana, Korban Minta Penanganan Kasus Ditarik ke Polda Sultra

‎”Tiap hari masuk China ini dari Bandara Tanggetada, pak Ketua, pak Wakil. Tiap hari China datang dia kerja di IPIP, sementara kita ini orang lokal dikasih menunggu. Orang China semua baru-baru dari Bandara ini,” ujar pria dalam video tersebut dengan nada kecewa.

‎‎Ia menyayangkan kebijakan yang dinilai lebih memprioritaskan tenaga kerja asing ketimbang memberdayakan masyarakat setempat.

‎”Tiap hari ini orang China datang, baru kita orang lokal tidak dikasih kerja,” keluhnya lagi, menyoroti ketimpangan kesempatan kerja di daerahnya.

‎Video keresahan warga ini pertama kali diunggah oleh akun media sosial atas nama Fakri dengan keterangan singkat.

‎”Pekerja asal China berdatangan di PT IPIP Pomalaa.”

Siap Bertarung di Wonua Sorume Kolaka Timur, Prima Setya Abdi Negara Fokus Merangkul Para Tokoh Koltim

‎Hingga berita ini diturunkan, kedatangan TKA secara intensif tersebut terus menuai sorotan tajam dari masyarakat yang berharap adanya keadilan peluang kerja bagi tenaga kerja lokal. (*)

Editor: Redaksi | Laporan: Wan

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement