SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berita Sultra

Diterjang Puting Beliung, Atap Rumah Warga dan Gedung Walet di Muna Barat Terbang Hingga 500 Meter

Tampak dalam kondisi salah satu bangunan rumah warga di Desa Katangana, Kecamatan Tiworo Selatan, Muna Barat yang hancur pada bagian atapnya dan terpaksa ditutupi terpal biru seadanya usai diterjang angin puting beliung, Senin (22/06/2026).

FAKTAINDONESIA.NET, MUNA BARAT – Detik-detik mencekam menyelimuti Desa Katangana, Kecamatan Tiworo Selatan, Kabupaten Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara. Fenomena alam angin puting beliung menerjang wilayah tersebut pada Senin (22/6/2026) sekitar pukul 14.30 WITA, meninggalkan jejak kerusakan yang cukup parah.

‎Kuatnya hempasan angin membuat sejumlah bangunan rusak berat, terutama di bagian atap yang luluh lantak tersapu angin.

‎Berdasarkan rekaman video yang beredar luas di media sosial, amukan angin puting beliung ini merusak pemukiman warga secara agresif. Salah satu hunian yang terdampak paling parah adalah milik Mas Eko. Atap rumahnya dilaporkan tersapu angin hingga nyaris habis tak bersisa.

‎Tak hanya rumah tinggal, sebuah gedung budidaya sarang burung walet milik Juprianto juga menjadi korban. Atap seng gedung tersebut terkelupas total dan terbang terbawa angin.

‎Seng Beterbangan hingga Ratusan Meter, Tragisnya, material seng yang terlepas beterbangan di udara dan mendarat acak dalam radius 100 hingga 500 meter dari lokasi kejadian. Beberapa lembar seng bahkan sempat melintasi lorong desa sebelum akhirnya jatuh di area pemukiman warga, memicu kepanikan.

‎Peristiwa mencekam ini mendadak ramai diperbincangkan warganet setelah akun media sosial Zerrolimasatu Dyan mengunggah kondisi pascabencana yang memperlihatkan puing-puing bangunan yang berserakan.

‎”Angin puting beliung di Desa Katangana, Kecamatan Tiworo Selatan, Kabupaten Muna Barat,” tulisnya dalam unggahan tersebut.

‎Meski kerusakan material tergolong masif dan memicu kerugian besar bagi warga terdampak, beruntung tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini.

‎Saat ini, warga setempat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan ekstra, mengingat potensi cuaca ekstrem masih bisa terjadi sewaktu-waktu di wilayah Sulawesi Tenggara.

Editor: Redaksi | Laporan: Wan

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement