FAKTAINDONESIA.NET, KENDARI – Gelombang aksi nyata dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global terus digelorakan secara masif di jazirah Sulawesi Tenggara (Sultra). Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema nasional “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, berbagai elemen masyarakat, mahasiswa, akademisi, komunitas lingkungan, pemerintah, dan sektor swasta berkolaborasi dalam kegiatan Penanaman Pohon di Tahura Nipa-Nipa, Tipulu, Kota Kendari, pada Minggu (21/06).
Kegiatan ini menjadi wujud komitmen bersama dalam mendukung upaya mitigasi perubahan iklim melalui peningkatan tutupan vegetasi dan pelestarian kawasan hutan. Penanaman pohon tidak hanya bertujuan untuk memperbaiki kualitas lingkungan, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan penguatan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.
Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WITA ini melibatkan berbagai pihak, antara lain Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Tenggara, Jurusan Ilmu Lingkungan FHIL, Universitas Halu Oleo, Tahura Nipa-Nipa, BPDAS, Komunitas Sahabat Bumi (KOSABU), Kanopi Wallacea, Waste Management, dan Naturevolution Indonesia dengan dukungan dari PT Geo Ekonusa Madani dan PT Mitra Hijau Asia.
Ketua pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa aksi penanaman pohon merupakan salah satu langkah sederhana namun memiliki dampak jangka panjang yang besar bagi lingkungan. Pohon berperan penting dalam menyerap karbon dioksida, menghasilkan oksigen, menjaga ketersediaan air, mencegah erosi, serta menjadi habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna.

Aksi nyata penanaman pohon lintas sektor ini dilaksanakan guna memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 sekaligus mengampanyekan gerakan tanggap perubahan iklim.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengambil peran dalam menjaga lingkungan. Perubahan iklim merupakan tantangan bersama yang membutuhkan aksi nyata dari semua pihak. Penanaman pohon adalah salah satu bentuk kontribusi yang dapat kita lakukan mulai dari sekarang,” ujarnya.
Selain penanaman pohon, kegiatan ini juga menjadi wadah mempererat sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, komunitas, dan dunia usaha dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan yang semakin kompleks.
Peserta berkumpul di Tipulu (Depan Taspen) sebelum menuju lokasi penanaman di kawasan Tahura Nipa-Nipa. Seluruh peserta juga diimbau untuk membawa tumbler sebagai bagian dari upaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai selama kegiatan berlangsung.
Melalui momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, penyelenggara berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus melakukan aksi-aksi positif dalam menjaga lingkungan dan membangun budaya hidup yang lebih ramah iklim.
“Mari mi kita beraksi bersama, karena setiap pohon yang ditanam hari ini adalah investasi bagi masa depan bumi dan generasi mendatang.”
Editor: Redaksi | Laporan: Sul





Comment