SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berita Sultra Inspirasi

Dosen UHO Latih Warga Desa Labuan Bajo Buton Utara Olah Sabut Kelapa Jadi Cocopeat Bernilai Ekonomi Tinggi

FAKTAINDONESIA.NET, KENDARI – Pemanfaatan limbah hasil pertanian di wilayah pelosok pedesaan terus dioptimalkan oleh institusi pendidikan tinggi sebagai jawaban atas tantangan kemandirian ekonomi masyarakat basis. Komitmen tersebut diwujudkan oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Universitas Halu Oleo (UHO) melalui skema Program Kemitraan Masyarakat Internal (PKMI-UHO) dengan menggelar pelatihan pembuatan cocopeat bagi warga Desa Labuan Bajo, Kecamatan Wakorumba Utara, Kabupaten Buton Utara. Kegiatan pengabdian yang berlangsung pada Sabtu, 11 Juli 2026 ini, fokus mentransformasi limbah sabut kelapa yang awalnya tak bernilai menjadi media tanam organik berkualitas tinggi yang bernilai ekonomi serta memiliki pangsa pasar yang sangat luas.

Program pemberdayaan masyarakat ini diketuai langsung oleh akademisi Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian UHO, Dr. Muhammad Syukri Sadimantara, S.T., M.P., bersama jajaran tim dosen akademisi  dari lingkungan UHO. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa melalui pemanfaatan sumber daya lokal yang selama ini belum dioptimalkan.

Desa Labuan Bajo dipilih sebagai lokasi pelaksanaan mengingat potensi kelapa yang melimpah di wilayah tersebut. Selama ini, limbah sabut kelapa dari hasil panen warga cenderung dibiarkan menumpuk atau dibakar tanpa pemanfaatan lebih lanjut. Padahal, sabut kelapa dapat diolah menjadi cocopeat, yaitu media tanam organik yang memiliki daya serap air tinggi, ramah lingkungan, dan memiliki nilai jual yang menjanjikan di pasar pertanian modern maupun sebagai komoditas ekspor.

Dalam pelatihan tersebut, tim pengabdi memberikan materi mengenai proses pengolahan sabut kelapa menjadi cocopeat, mulai dari tahap pencacahan, perendaman, penyaringan, hingga pengemasan produk siap jual. Warga juga diberikan pemahaman mengenai potensi pasar cocopeat serta strategi sederhana untuk memulai usaha berbasis produk ini sebagai sumber pendapatan tambahan bagi keluarga.

Dr. Muhammad Syukri Sadimantara mengungkapkan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat membuka wawasan baru bagi masyarakat mengenai nilai ekonomi dari limbah pertanian yang selama ini kurang dimanfaatkan. Ia menekankan bahwa pengolahan cocopeat merupakan solusi yang mudah diterapkan, tidak memerlukan biaya besar, namun memiliki dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat pedesaan.

Hilang Kendali di Tikungan Tongauna, Pick Up Tabrak Motor Ibu dan Dua Anak di Konawe

Kegiatan pelatihan ini turut mendapat sambutan positif dari aparat desa dan tokoh masyarakat setempat, yang berharap program semacam ini dapat berkelanjutan dan diikuti dengan pendampingan lebih lanjut, khususnya dalam hal pemasaran produk cocopeat ke pasar yang lebih luas.

Melalui program PKMI-UHO ini, Universitas Halu Oleo kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat, dengan menghadirkan solusi berbasis riset dan teknologi tepat guna yang dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan dan pesisir Sulawesi Tenggara.

Editor :  Redaksi | Laporan :  Sul

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement