KONAWE, FAKTAINDONESIA.NET – Dosen Jurusan Teknologi Hasil Perikanan (THP) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) bersama Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP) Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo (UHO) melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat Internal UHO (PKMI-UHO) di Desa Tapulaga, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Program yang dilaksanakan pada Minggu, 27 September 2026, tersebut mengusung tema “Pemberdayaan Perempuan Pesisir Majelis Taklim Miftahul Hikmah Melalui Hilirisasi Rumput Laut dan Diversifikasi Produk Pangan Sehat Bergizi di Desa Tapulaga.”
Kegiatan melibatkan Majelis Taklim Miftahul Hikmah Desa Tapulaga sebagai kelompok mitra. Program diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perempuan pesisir dalam mengolah komoditas lokal, khususnya ikan dan rumput laut, menjadi produk pangan yang memiliki nilai tambah.

Selain pengolahan, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai peningkatan mutu, keamanan pangan, pengemasan, hingga strategi pemasaran produk.
Kepala Desa Tapulaga, Marhaban, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan PKMI-UHO. Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi dalam kegiatan pemberdayaan dapat menjadi bagian dari upaya pengembangan kapasitas masyarakat di wilayah pesisir.
Ketua Tim PKMI-UHO, Dr. Suwarjoyowirayatno, S.Pi., M.Si., menjelaskan pentingnya pengembangan komoditas lokal menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diperkenalkan pada berbagai aspek pengolahan hasil perikanan dan rumput laut, mulai dari karakteristik bahan baku hingga pengembangan produk dan pemasaran.

Sejumlah produk yang dipraktikkan antara lain bakso ikan rumput laut, nugget ikan, mie rumput laut dan stik keju rumput laut.
Materi mengenai kandungan gizi dan karakteristik ikan serta rumput laut disampaikan Sri Rejeki, S.Pi., M.Sc. Materi tersebut mencakup potensi ikan dan rumput laut sebagai bahan baku produk pangan sehat dan bergizi.
Sementara itu, Kobajashi Togo Isamu, S.Pi., M.P., memberikan materi mengenai penanganan ikan dan upaya menjaga mutu produk perikanan untuk mendukung kualitas serta keamanan produk yang dihasilkan.
Materi tentang kemasan produk perikanan disampaikan Dr. Sakir, S.T., M.Sc. Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya pengemasan dalam menjaga kualitas produk sekaligus meningkatkan daya tariknya di pasaran.
Adapun Dr. Muh. Syukri Sadimantara, S.T., M.P., memberikan materi mengenai strategi pemasaran produk perikanan, termasuk pengembangan peluang pasar dan pengelolaan produk agar memiliki daya saing.
Praktik Olah Ikan dan Rumput Laut
Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pengolahan berbagai produk pangan berbasis ikan dan rumput laut.
Dipandu Dr. Suwarjoyowirayatno, peserta mempraktikkan pembuatan sejumlah produk diversifikasi, di antaranya bakso ikan rumput laut, nugget ikan, mie rumput laut, serta stik keju rumput laut.
Peserta juga mendapatkan pelatihan penggunaan alat kemasan vakum. Teknologi tersebut diperkenalkan sebagai salah satu upaya mendukung pengemasan produk agar lebih praktis sekaligus membantu menjaga kualitas dan daya simpan.

Dalam pelaksanaan kegiatan, tim dosen turut didukung mahasiswa Jurusan Teknologi Hasil Perikanan FPIK UHO, yakni Indriyati dan Miranti, yang membantu proses pelatihan dan pendampingan peserta.
Melalui program tersebut, tim PKMI-UHO mendorong agar potensi ikan dan rumput laut yang tersedia di wilayah pesisir tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan konsumsi, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah dan berpotensi mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.
Program ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mentransfer pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal.
editor : Redaksi


Comment