SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tranding

Otak Pembunuhan Pimpinan Bank di Jakarta Pusat Terungkap, Seorang Pengusaha Bimbel Online Asal Jambi

JAKARTA – Tabir di balik kematian tragis Mohamad Ilham Pradipta, Kepala Cabang sebuah bank di Jakarta Pusat, mulai terkuak.

Tim gabungan Polda Metro Jaya berhasil menangkap aktor intelektual di balik penculikan dan pembunuhan yang sempat menggegerkan publik tersebut.

Ilham Pradipta (37) ditemukan tak bernyawa di semak-semak kawasan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, pada Kamis (21/8/2025).

Jasadnya ditemukan dalam kondisi terikat dengan lakban di bagian mata, tangan, dan kaki. Fakta ini kemudian menguak bahwa korban sempat diculik sehari sebelumnya di parkiran supermarket Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Setelah melakukan serangkaian penyelidikan intensif, penyidik berhasil mengamankan 15 pelaku yang terlibat.

Akhir Pilu H Saipul, Tiga Tahun Merantau Berjualan di Konawe Utara Sultra, Nyawa Melayang di Tangan Dua Remaja

Penyelidikan mengarah pada satu sosok yang disebut sebagai otak utama kejahatan ini, yaitu seorang pengusaha berinisial DH atau Dwi Hartono.

“DH merupakan salah satu dari aktor intelektual penculikan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary, Selasa (26/8/2025).

Hingga saat ini, motif di balik penculikan dan pembunuhan ini masih didalami oleh pihak kepolisian. Berikut adalah beberapa fakta baru yang terungkap terkait kasus ini.

Sosok Dwi Hartono: Pengusaha Dermawan yang Diduga Otak Pembunuhan

Kombes Ade Ary mengonfirmasi bahwa Dwi Hartono adalah seorang pengusaha bimbel online. Namun, di kampung halamannya di Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Jambi, Dwi dikenal sebagai sosok yang dermawan dan seorang motivator.

Hasil SNBP Kampus UHO Kendari Diumumkan 31 Maret 2026 Pukul 16.00 WITA, Berikut Cara Ceknya

Salah seorang warga setempat, Jay Saragih, mengaku terkejut mendengar kabar keterlibatan Dwi dalam kasus ini.

Meskipun sudah lama merantau, Dwi sering kembali ke kampung halaman untuk mengadakan reuni akbar.

Jay Saragih menyebut Dwi kerap mengundang artis ibu kota dan pernah mengadakan pengajian akbar dengan ustaz terkenal.

“Yang kami kenal orangnya humble, dia motivator juga, ya kalau gak salah. Dia suka menolong,” ujar Jay.

15 Pelaku Ditangkap dan Keterlibatan “Oknum”

Polda Metro Jaya Kawal Syuting Film Lisa BLACKPINK dan Ma Dong-seok di Jakarta hingga Maret 2026

Sejauh ini, polisi telah mengamankan 15 pelaku yang diduga terlibat. Kombes Ade Ary menyatakan bahwa penyidik masih terus mendalami peran dari masing-masing pelaku.

Adrianus Agau, kuasa hukum salah satu tersangka penculik berinisial Eras Musuwalo atau EW, menyebutkan bahwa kliennya hanya menjalankan perintah dari seseorang berinisial F untuk menjemput paksa korban.

Adrianus mengungkapkan, kliennya dan beberapa pelaku lain diiming-imingi bayaran puluhan juta rupiah, namun baru dibayarkan sebagian.

Pengacara tersebut juga menyebut adanya dugaan keterlibatan “oknum” dalam kasus ini. Ia menjelaskan, para tersangka terbagi dalam tiga klaster: klaster pengintai, klaster penculik, dan klaster eksekutor.

“Kami terputus di pengintai sama eksekutor. Adik-adik kami ini mereka perannya hanya untuk menjemput paksa dan memberikan ke mereka,” ungkap Adrianus.

Atas dasar dugaan tersebut, pihak keluarga tersangka penculik telah meminta perlindungan hukum kepada Panglima TNI dan Kapolri.

Adrianus menegaskan bahwa keempat kliennya hanya bertugas sebagai penculik, bukan eksekutor yang membunuh korban. Menurutnya, klaster eksekutor diduga melibatkan oknum tertentu.(*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement