SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berita Sultra

Fakultas Pertanian UHO Edukasi Warga Padaleu Olah Limbah Rumah Tangga Jadi Pupuk Organik Cair

FAKTAINDONESIA.NET – Dalam upaya mendorong kesadaran masyarakat untuk mengelola limbah rumah tangga secara produktif, Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dari Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo (UHO) melaksanakan kegiatan bertajuk “Inovasi Pupuk Organik Cair (POC) Berbasis Limbah Organik Rumah Tangga sebagai Solusi Ramah Lingkungan” di Kelurahan Padaleu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Sabtu (1/11/2025).

Kegiatan ini bertujuan mengedukasi masyarakat agar mampu mengubah limbah organik rumah tangga menjadi pupuk organik cair (POC) yang bermanfaat bagi tanaman sekaligus mengurangi volume sampah di lingkungan sekitar.

Turut hadir Lurah Padaleu, Arwan Juliansyah, S.Sos., M.Si., Ketua Tim PKM Dr. Ir. Lukman Yunus, M.Si., Dr. Sakir, S.T., M.Sc., dan Ir. Makmur Jaya Amra, M.P., serta ibu-ibu Dasawisma Bunga Liliyang diketuai Ibu Wa Fiima, perwakilan RT setempat Ibu Andini, mahasiswa Fakultas Pertanian, mahasiswa KKN Selayar, dan warga masyarakat sekitar.

Lurah Padaleu Arwan Juliansyah mengapresiasi langkah Fakultas Pertanian UHO yang telah melibatkan masyarakat secara langsung dalam kegiatan pengelolaan limbah rumah tangga.

“Kami sangat berterima kasih kepada tim Fakultas Pertanian UHO yang telah memilih Padaleu sebagai lokasi kegiatan. Program seperti ini sangat membantu kami dalam menumbuhkan budaya peduli lingkungan dan memberikan solusi nyata terhadap permasalahan sampah,” ujar Arwan.

Bentuk Dukungan kepada Presiden Prabowo, GPIM Luncurkan “Makan Bowo Gratis” di Konawe

Dalam sesi pemaparan materi, Dr. Sakir, S.T., M.Sc.

Ia juga berharap agar kegiatan tersebut dapat berkelanjutan dan diterapkan oleh warga dalam kehidupan sehari-hari.

Dr. Sakir, S.T., M.Sc. menjelaskan pentingnya pengelolaan limbah organik rumah tangga sebagai bagian dari pertanian berkelanjutan. Menurutnya, limbah dapur seperti sisa sayur, kulit buah, dan air cucian beras dapat diolah menjadi pupuk cair yang kaya unsur hara.

“Selama ini limbah rumah tangga sering dianggap sebagai masalah. Padahal, dengan pendekatan ilmiah sederhana, limbah tersebut bisa diubah menjadi pupuk alami yang bermanfaat dan ramah lingkungan,” ungkap Dr. Sakir.

Ia juga menekankan bahwa penggunaan POC tidak hanya mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, tetapi juga membantu menjaga kesuburan tanah secara alami.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan pupuk organik cair, yang dipandu oleh Ir. Makmur Jaya Amra, M.P., bersama mahasiswa Fakultas Pertanian. Peserta diajak mencoba langsung proses pembuatan mulai dari pencampuran bahan, fermentasi, hingga penyimpanan dan penggunaan.

Pertamax Melonjak Jadi Rp 16.250, Ini Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina Per 10 Juni 2026 di Jawa hingga Sulawesi

Kegiatan praktik langsung pembuatan pupuk organik cair, yang dipandu oleh Ir. Makmur Jaya Amra, M.P.

Bahan yang digunakan pun sederhana, seperti sisa sayur, buah, gula merah, air cucian beras, dan larutan EM4. Prosesnya mudah diterapkan di tingkat rumah tangga.

“Kami ingin masyarakat sadar bahwa menjaga lingkungan tidak harus mahal. Dengan memanfaatkan limbah dapur, mereka bisa menghasilkan pupuk alami berkualitas,” jelas Ir. Makmur Jaya Amra.

Para ibu-ibu Dasawisma Bunga Lili terlihat sangat antusias mengikuti seluruh tahapan kegiatan. Mereka tidak hanya aktif bertanya, tetapi juga langsung mempraktikkan teknik fermentasi pupuk cair.

Ketua Dasawisma, Ibu Wa Fiima, mengaku sangat senang dengan pelatihan ini.

“Kami para ibu rumah tangga sangat terbantu dengan kegiatan ini. Sekarang kami tahu cara mengolah sampah dapur menjadi pupuk untuk tanaman di rumah. Semoga kegiatan seperti ini rutin diadakan,” ujarnya penuh semangat.

Pria di Kendari Mengamuk dan Rusak Rumah Warga Pakai Sajam Sebelum Diciduk Polisi

Sementara itu, Ketua Tim PKM Dr. Ir. Lukman Yunus, M.Si. menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi.

“Kegiatan ini tidak hanya pelatihan, tetapi juga langkah membangun kesadaran kolektif bahwa pengelolaan limbah adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap Padaleu bisa menjadi contoh bagi kelurahan lain dalam penerapan inovasi hijau berbasis masyarakat,” kata Dr. Lukman.

Kegiatan diakhiri dengan doa bersama dan foto bersama seluruh peserta, narasumber, dan perangkat kelurahan. Antusiasme warga terlihat dari semangat mereka membawa pulang hasil pupuk cair yang telah dibuat selama pelatihan.

Melalui kegiatan ini, masyarakat Padaleu kini memiliki pengetahuan dan keterampilan praktis dalam mengolah limbah menjadi produk bernilai guna tinggi.

Sinergi antara pemerintah kelurahan, perguruan tinggi, dan masyarakat diharapkan menjadi pondasi bagi terbentuknya ekosistem hijau berkelanjutan di Kota Kendari.(*)

Editor : Redaksi | Laporan : Samsul

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement