FAKTAINDONESIA.NET — Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari secara resmi memperkenalkan inovasi berbasis digital bernama IKENI LAPAK, sebuah sistem layanan paspor modern yang dirancang untuk memangkas waktu proses, memperluas jangkauan layanan, dan meningkatkan kenyamanan masyarakat.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari, Muhammad Novrian Jaya, mengatakan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari transformasi digital Direktorat Jenderal Imigrasi yang juga dihasilkan melalui kolaborasi bersama pemerintah daerah.
“IKENI LAPAK hadir sebagai bentuk komitmen kami untuk menghadirkan layanan yang lebih cepat, mudah, dan akuntabel. Kami ingin memastikan pelayanan paspor tidak hanya efisien, tetapi juga transparan dan selaras dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Novrian, Rabu (26/11/2025).
Melalui aplikasi IKENI LAPAK, pemohon dapat mengakses berbagai layanan secara digital, mulai dari informasi pelayanan, penjadwalan, hingga pelacakan proses permohonan paspor.
Novrian menambahkan, peluncuran IKENI LAPAK bukan hanya sebatas inovasi teknis, namun juga merupakan bagian dari implementasi kebijakan nasional. Program ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya poin keempat mengenai penguatan SDM, teknologi, dan aksesibilitas publik.
Selain itu, inovasi ini mendukung Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, terutama pada poin keenam yakni penguatan layanan keimigrasian berbasis digital.
Sementara itu, Kepala Seksi Lalu Lintas Keimigrasian, Abdul Aziz Tri Priyambodo, menegaskan bahwa sistem ini mengurangi kebutuhan masyarakat untuk menunggu lama atau datang berulang kali ke kantor imigrasi.
“Pemanfaatan teknologi digital ini diharapkan mempercepat proses pelayanan, memperkuat akurasi data, dan memastikan negara hadir di mana pun rakyat membutuhkan layanan keimigrasian,” jelas Aziz.
Ia menuturkan bahwa wilayah kerja Imigrasi Kendari mencakup 1 kota dan 8 kabupaten, sehingga inovasi digital semacam ini sangat krusial dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan.
“Dengan IKENI LAPAK berbasis digital, masyarakat tidak perlu lagi menempuh perjalanan 7–8 jam untuk layanan paspor. Ini memangkas biaya, waktu, dan energi. Karena negara hadir di mana pun rakyat berada,” tambahnya.
Peluncuran IKENI LAPAK juga disambut baik oleh pemerintah daerah sebagai bagian dari penguatan pelayanan publik berbasis digital di Sulawesi Tenggara.
Salah satu apresiasi datang dari Kabid Ideologi, Wawasan Kebangsaan, Bela Negara dan Karakter Bangsa Badan Kesbangpol Kabupaten Kolaka, Soni Kurniawan, yang menilai inovasi ini sangat membantu masyarakat daerah.
“Sebelumnya masyarakat harus menempuh perjalanan jauh hingga 8 jam hanya untuk mengurus dokumen keimigrasian. Kini jauh lebih praktis dan efisien. Kehadiran IKENI LAPAK sangat membantu masyarakat, khususnya di Kabupaten Kolaka. Semoga kolaborasi ini terus berlanjut,” tutup Soni.
Dengan hadirnya IKENI LAPAK, Kantor Imigrasi Kendari menegaskan bahwa inovasi bukan hanya slogan, melainkan solusi nyata untuk mendekatkan layanan paspor kepada seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara.(*)
Editor : Samsul | Laporan : Wan





Comment